Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Seorang pekerja berjalan memasuki Underpass YIA di Kecamatan Temon, Kulonprogo, Kamis (31/10/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara).
Harianjogja.com, KULONPROGO—Proyek terowongan bawah tanah (underpass) Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) sudah hampir selesai dan tinggal menunggu penyempurnaan interior. Rampungnya proyek tersebut disambut gembira oleh warga setempat.
Ngatinah, 60, warga yang tinggal dekat underpass berharap pembangunan terowongan bawah tanah itu bisa segera rampung. Agar dia tidak perlu berputar jauh saat hendak bertandang ke rumah kerabatnya di Desa Glagah, Kecamatan Temon.
“Dulu sebelum ada pembangunan underpass saya bisa langsung ke tempat saudara di Glagah, tapi karena jalan sempat ditutup untuk pembangunan bandara dan underpass, saya harus muter dulu sampai jalan nasional, lumayan jauh itu,” kata perempuan yang tinggal di Dusun Selong, RT 11, RW 06, Desa Palihan, Kecamatan Temon, tersebut, Kamis (31/10/2019).
Selain demi memudahkan akses, Ngatinah juga tak ingin lagi bergelut dengan debu proyek. Ngatinah mengungkapkan lalu lalang kendaraan proyek apalagi yang mengangkut bahan material seperti tanah urug dan sebagainya berdampak pada lingkungan sekitar.
“Tiap pagi itu saya makan debu, jadi semoga ini segera selesai,” ujarnya mengibaratkan.
Saat ini, underpass tersebut tinggal dipoles di bagian dalamnya.
“Tinggal interior saja, kalau secara fisik sudah ada dan bagus,” kata Mansyur, pekerja proyek pembangunan Underpass YIA kepada Harian Jogja.
Mansyur menjelaskan sejak dibangun akhir tahun lalu, fisik underpass kini sudah mulai terlihat. Sisi jalan dari ujung barat hingga timur sudah terlapisi aspal. Pun demikian dengan bangunannya telah berdiri megah. Blower yang berfungsi memberi pasokan udara di dalam terowongan sepanjang 1.095 meter itu juga berfungsi dengan baik.
“Tinggal interior sama ngecat marka jalan dan trotoarnya,” ungkapnya.
Underpass ini dibangun oleh PT Wijaya Karya (WIKA). Perusahaan pelat merah tersebut ditargetkan mampu menyelesaikan pekerjaannya sampai 6 Desember 2019. Pembangunan sendiri sudah dilakukan sejak 12 November 2018 dengan nilai kontrak sebesar Rp293 miliar.
Guna mengejar target penyelesaian, WIKA menerjunkan 500 an pekerja. Pengerjaannya dilakukan simultan di kedua sisi underpass, yakni sisi barat dan timur.
Underpass YIA memiliki panjang 1.400 meter, dengan rincian 1.095 meter jalan di bawah permukaan tanah dan sisanya jalur luar menuju JJLS. Sementara lebar underpass berkisar 16 meter dengan ketinggian 5,2 meter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.