Gempa M 4,8 Guncang Sigi, BMKG: Getaran Sampai Palu
Gempa Magnitudo 4,8 mengguncang Sigi, Sulawesi Tengah, dan getarannya terasa hingga Palu pada Sabtu sore.
Sri Sultan Hamengku Buwono X./Harian Jogja-Desi SUryanto
Harianjogja.com, JOGJA— Perayaan sekaten Jogja 2019 resmi dibuka, Jumat (11/1/2019) malam.
Gubernur DIY yang juga Raja Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X secara resmi membuka Pameran Sekaten di Bangsal Pagelaran dan Siti Hinggil Kraton Yogyakarta. Pameran yang dihelat dari 1 November hingga 9 November 2019 ini menyuguhkan berbagai koleksi tentang Sri Sultan Hamengku Buwono I sebagai peletak dasar budaya Jogja.
Dalam sambutannya, HB X mengatakan keberadaan pasar malam di rangkaian sekaten awalnya diharapkan menggugah inovasi menuju terbentuk komunitas masyarakat yang maju dan mandiri. Hingga beberapa tahun telah berjalan dengan baik karena ada peningkatan produk maupun komunitas bisnisnya termasuk pengaturan panggung seni ruang penataan ruang.
"Tetapi selama dasawarsa terakhir, mutu yang diharapkan daya tarik wisatawan terkesan telah ditinggalkan, sehingga dampaknya mengurangi nilai kesakralan," kata Sultan, Jumat malam.
Dari kenyaatan itu, lanjut Sultan, setelah Kraton Jogja berembuk dengan Pemkot Jogja kemudian diputuskan pasar malam sekaten digelar dua tahun sekali. Hal ini seperti konsep Malioboro yang meniadakan transaksi pada Selasa Wage, untuk jeda sejenak sambil mencari bentuk yang sesuai.
Penyelenggara Pameran Sekaten 2019 selain diisi dengan kegiatan keagamaan juga diisi sejarah dan karya cipta bertemakan HB I sebagai peletak dasar budaya Jogja. Berbagai koleksi era HB I dipamerkan untuk bisa dilihat masyarakat. Selain itu pameran juga dikolaborasikan dengan hasil seni serta berbagai bentuk kreativitas masyarakat.
"Saya berharap bisa menangkap tradisi sekaten sebagai ikon kota Jogja dapat menjaga mutu kebersamaan proses revitalisasi budaya sekaten. Dalam mensyukuri budaya ini tidak sekedar upaya pelestarian, tetapi perlu upaya menjadikan usaha bermanfaat nyata bagi kehidupan sosial masyarakat dengan misi tradisi sepert ini," ujarnya.
Ketua Pameran Sekaten 2019 Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu menambahkan, pameran sekaten kali ini mengangkat tema Sri Sultan Hamengku Buwono I; Menghadang Gelombang, Menantang Zaman. Menyajikan berbagai informasi tentang HB I untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Mulai dari benda yang diciptakan sampai pada peradaban di masanya.
Kisah Pangeran Mangkubumi yang juga Sri Sultan HB X akan mendominasi di pameran kali ini. Mulai dari cerita sejarah Geger Pecinan yang juga ditampilkan sampai pada pemindahan karta praja Kartasura ke Surakarta sampai pada perang Mangkubumen.
"Pangeran Mangkubumi sebagai tokoh utama dalam perjuangan membela praja mataram menemui titik akhir dengan disepakati perjanjian Giyanti tahun 1755," katanya.
Ia menambahkan, melalui pemeran ini masyarakat secara spesifik diajak menafsirkan sejarah Pangeran Mangkubumi melalui berbagai karya budayanya. "Pameran ini menjadi upaya menjahit memori kolektif dari pejuangan Pangeran Mangkubumi setelah 20 dasawarsa," ujarnya.
Wakil Ketua Pameran Sekaten 2019 GKR Bendara menjelaskan pada termin awal pameran setelah pintu masuk pameran, disajikan manuskrip tentang HB I dan berbagai ceritanya di masanya mulai dari Perjanjian Giyanti. Kemudian dilanjutkan sejumlah koleksi sebagai dampak Perjanjian Giyanti seperti adanya karya wayang kelir Jogja yang membedakan dengan Solo. Selain itu disuguhkan pula berbagai benda yang pernah dipakai HB I
"Beberapa benda yang telah digunakan Ngarsa Dalem Pertama tidak digunakan lagi oleh Ngarsa Dalem kedua dan seterusnya dianggap pusaka, begitu seterusnya, termasuk pengageman dan segala macamnya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa Magnitudo 4,8 mengguncang Sigi, Sulawesi Tengah, dan getarannya terasa hingga Palu pada Sabtu sore.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.