Satu Bakal Calon Lurah Absen Tes Tambahan di Gunungkidul
Satu bakal calon lurah dari Monggol absen dalam tes tambahan di Gunungkidul. Seleksi diikuti 15 peserta dari Monggol dan Sampang.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memastikan tidak ada status darurat kekeringan di tahun ini karena saat ini sudah memasuki musim hujan. Meski demikian, bantuan air terus disalurkan karena hujan turun belum merata dan bak penampungan air hujan atau sumur warga belum menampung cukup air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan jajarannya memastikan tidak ada peningkatan status darurat kekeringan di Gunungkidul. Hal ini tidak lepas karena anggaran dropping masih mencukupi. Selain itu, tidak adanya peningkatan status karena hujan mulai turun di beberapa wilayah. “Meski tinggal sedikit, dana untuk dropping masih ada. Jadi saya pastikan tidak ada peningkatan status apapun berkaitan dengan masalah kekeringan,” kata Edy, Minggu (3/11/2019).
Dia menjelaskan ketiadaan status darurat kekeringan tidak lepas dari banyaknya bantuan dari pihak ketiga. Sebagai contoh untuk saat ini BPBD membantu menyalurkan bantuan air bersih dari Bappeda DIY. “Sudah berlangsung dan sekarang masih ada sekitar 100 tangki yang harus disalurkan. Bantuan-bantuan seperti inilah yang membantu kami dalam upaya memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat,” katanya.
Edy menuturkan saat ini sejumlah wilayah di Gunungkidul sudah mulai turun hujan. Meski demikian, curah hujan yang turun belum merata sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih. Hal ini terlihat dari banyaknya bak penampungan air hujan atau sumur warga yang masih kosong. Untuk itu, BPBD terus menyalurkan bantuan hingga pertengahan November mendatang. “Stok bantuan masih ada dan terus kami distribusikan,” tuturnya.
Edy menambahkan selama proses pengiriman bantuan, awak armada pengangkut akan melihat kondisi di lapangan terkait dengan kebutuhan air di masyarakat. “Sopir kami minta mengecek, kalau sudah mencukupi maka bantuan dihentikan,” katanya.
Salah seorang warga Desa Giriasih, Kecamatan Panggang, Edi Setiawan, mengatakan di wilayahnya masih sebatas gerimis dan belum turun hujan deras. Ia berharap hujan deras segera turun sehingga membantu warga untuk mendapatkan air bersih. “Sudah mendung tapi hanya gerimis,” katanya.
Disinggung mengenai pasokan air selama kemarau, Edi mengakui warga banyak mendapatkan bantuan dari program pamsimas yang ada di wilayahnya. “Saat kemarau debitnya kecil, tapi berkat program ini warga masih bisa mendapatkan pasokan air bersih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satu bakal calon lurah dari Monggol absen dalam tes tambahan di Gunungkidul. Seleksi diikuti 15 peserta dari Monggol dan Sampang.
Jack Miller resmi meninggalkan MotoGP dan bergabung dengan Yamaha di WorldSBK 2027 dengan kontrak dua musim.
Astra Half Marathon kembali digelar pada 2026 dengan membawa semangat “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia” dalam perjalanan menuju 70 tahun Astra.
iPhone 18 Pro hadir dengan chip A20 Pro. Simak 3 pesaing Android: Samsung S26 Ultra, Pixel 11 Pro XL, dan Xiaomi 17 Ultra dengan kamera Leica
Kasus kekerasan terhadap perempuan di Sleman mencapai 185 korban hingga Agustus 2026. KDRT mendominasi dengan 114 kasus.
Miss Austria 2024 Lucia Sisic meninggal di usia 22 tahun setelah berjuang melawan sakit jantung sejak lahir. Simak perjalanan hidup dan duka dari Herzkinder Öst