Kekeringan di Gunungkidul Meluas, Bantuan Air Bersih Ditambah
Kekeringan di Gunungkidul meluas. BPBD telah menyalurkan 38 tangki air bersih dan menyiapkan 1.150 tangki untuk warga terdampak.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memastikan tidak ada status darurat kekeringan di tahun ini karena saat ini sudah memasuki musim hujan. Meski demikian, bantuan air terus disalurkan karena hujan turun belum merata dan bak penampungan air hujan atau sumur warga belum menampung cukup air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan jajarannya memastikan tidak ada peningkatan status darurat kekeringan di Gunungkidul. Hal ini tidak lepas karena anggaran dropping masih mencukupi. Selain itu, tidak adanya peningkatan status karena hujan mulai turun di beberapa wilayah. “Meski tinggal sedikit, dana untuk dropping masih ada. Jadi saya pastikan tidak ada peningkatan status apapun berkaitan dengan masalah kekeringan,” kata Edy, Minggu (3/11/2019).
Dia menjelaskan ketiadaan status darurat kekeringan tidak lepas dari banyaknya bantuan dari pihak ketiga. Sebagai contoh untuk saat ini BPBD membantu menyalurkan bantuan air bersih dari Bappeda DIY. “Sudah berlangsung dan sekarang masih ada sekitar 100 tangki yang harus disalurkan. Bantuan-bantuan seperti inilah yang membantu kami dalam upaya memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat,” katanya.
Edy menuturkan saat ini sejumlah wilayah di Gunungkidul sudah mulai turun hujan. Meski demikian, curah hujan yang turun belum merata sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan air bersih. Hal ini terlihat dari banyaknya bak penampungan air hujan atau sumur warga yang masih kosong. Untuk itu, BPBD terus menyalurkan bantuan hingga pertengahan November mendatang. “Stok bantuan masih ada dan terus kami distribusikan,” tuturnya.
Edy menambahkan selama proses pengiriman bantuan, awak armada pengangkut akan melihat kondisi di lapangan terkait dengan kebutuhan air di masyarakat. “Sopir kami minta mengecek, kalau sudah mencukupi maka bantuan dihentikan,” katanya.
Salah seorang warga Desa Giriasih, Kecamatan Panggang, Edi Setiawan, mengatakan di wilayahnya masih sebatas gerimis dan belum turun hujan deras. Ia berharap hujan deras segera turun sehingga membantu warga untuk mendapatkan air bersih. “Sudah mendung tapi hanya gerimis,” katanya.
Disinggung mengenai pasokan air selama kemarau, Edi mengakui warga banyak mendapatkan bantuan dari program pamsimas yang ada di wilayahnya. “Saat kemarau debitnya kecil, tapi berkat program ini warga masih bisa mendapatkan pasokan air bersih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan di Gunungkidul meluas. BPBD telah menyalurkan 38 tangki air bersih dan menyiapkan 1.150 tangki untuk warga terdampak.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.
Psikolog UI mengingatkan perubahan perilaku anak dapat menjadi tanda ancaman digital. Orang tua perlu peka dan membangun komunikasi yang aman.
PAD wisata Gunungkidul melampaui target pada semester I 2026. Pemda fokus membenahi retribusi, akses jalan, dan pelayanan wisata.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Presiden Prabowo segera menetapkan Jampidsus definitif setelah usulan nama calon pejabat memasuki tahap akhir pembahasan di TPA.