3 Moge Disita KPK, Diduga Dibeli Pakai Dana Operasional DJBC
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Bupati Bantul Suharsono dan Wakil Bupati Abdul Halim Muslih./Harian Jogja-Bhekti Suryani
Harianjogja.com, BANTUL- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Bantul berharap Suharsono dan Abdul Halim Muslih bisa kembali bersanding dalam Pilkada 2020 mendatang, karena keduanya masih memiliki program yang belum terselesaikan.
Sekretaris DPC Gerindra Bantul, Darwinto, menuturkan pihaknya pun tak menutup kemungkinan mengundang Halim, yang menjabat sebagai Ketua DPC PKB Bantul, untuk mendaftarkan diri melalui pertainya. Hal itu, demi kebaikan masyarakat secara umum.
"Kami sangat setuju kalau Pak Harsono dan Pak Halim bisa kembali rukun lah istilahnya, kemudian maju lagi bersama-sama ya, karena ada pekerjan yang belum mereka selesaikan," katanya kepada Harianjogja.com pada Senin (4/11/2019).
Darwin menjelaskan, program Makaryo Bangun Desa yang telah dirancang oleh dua tokoh tersebut belum sepenuhnya selesai. Menurutnya program itu tidak akan selesai dalam kurun waktu lima tahun, setidaknya butuh dua periode.
"Jika mereka maju lagi bersama, pekerjaan itu bisa dituntaskan. Tapi, kalau mereka maju sendiri-sendiri kok kayaknya nggak mungkin bisa tuntas, soalnya kalau ganti pemimpin itu kan sudah pasti ganti program," jelasnya.
Sedangkan sejauh ini PKB sudah melakukan manuvernya sendiri jelang Pilkada 2020. Gerindra sendiri tidak bisa menghalang-halangi jika Halim ingin menjagokan dirinya sendiri untuk menjadi orang nomor satu di Bantul.
"Ya, kalau Pak Halim mau maju sendiri monggo saja, itu haknya pak Halim. Tapi, kami bersama tim penjaringan berharap ya Pak Halim bisa tetap bersama Pak Harsono di kontestasi nanti," ujarnya.
"Sebetulnya partai tidak menolak ketika ada kepala daerah menghendaki ingin seperti itu, partai biasanya mengikuti, karena yang lebih tahu. Apalagi, PKB saya rasa tidak begitu ribet," tambah Darwin.
Darwin pun mengungkapkan, DPC Gerindra Bantul sudah membuka pendaftaran bakal calon dari kalangan eksternal mulai Senin (4/11/2019). Meski belum ada yang mendaftar namun sudah ada beberapa tokoh yang telah menjalin komunikasi.
“Kami buka pendaftaran sampai 29 November. Kalau yang sudah menghubungi saya itu di antaranya Mas Ardi, lalu Pak Dewata," katanya.
Darwin menjelaskan, dari internal partai, baik DPC dan DPD telah sepakat mengusulkan petahana Suharsono, sebagai bakal calon bupati. Sementara empat nama lainnya, yakni Danang Wahyu Broto, Nur Subiantoro, dan Agung Britantono, jadi bakal calon wakil.
"Kalau dari internal mau maju, kami persilakan untuk mendaftar jadi bakal calon wakil bupati ya. Tapi, kalau dari eksternal, kami buka sepenuhnya, siapapun boleh, kami buka secara fair dan terbuka, baik untuk kepala daerah dan wakil," ucap Darwin.
Caption foto : Sekretaris DPC Gerindra Bantul, Darwinto ketika ditemui Harian Jogja pada Senin (4/11). – Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menyita tiga moge dalam kasus korupsi Bea Cukai. Motor diduga dibeli sementara memakai dana operasional khusus DJBC.
Studi Exoticca menempatkan Malaysia sebagai negara dengan jalur trekking terbaik di Asia Tenggara. Simak 10 jalur hiking terbaik beserta skornya.
Linara Bozieva kena PHK dari eBay setelah 11 tahun bekerja. Kini ia membangun agensi pemasaran Ravenopous dengan 27 agen AI.
Ousmane Dembele, Lamine Yamal, Harry Kane, Michael Olise, Khvicha Kvaratskhelia, era pasca Messi Ronaldo
Setelah checkout, biasanya pembeli tinggal menunggu pesanan dikemas dan dikirim. Tapi kadang ada saja yang berubah setelah pembayaran berhasil.
Ingin keluar dari grup WhatsApp tanpa diketahui semua anggota? Simak cara resmi WhatsApp, termasuk batasan siapa yang tetap bisa mengetahui kepergian Anda.