Atlet Voli Muda Gunungkidul Masuk Skuad Timnas U18 AVC 2026
Pelajar asal Gunungkidul, Yudha Wahyu Surya Pratama, berhasil masuk Timnas Voli U18 Indonesia dan tampil pada AVC U18 2026 di Tiongkok.
Ilustrasi Pilkada
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Publik masih menunggu langkah politik DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Gunungkidul dalam Pilkada 2020. Sebagai partai peraih kursi terbanyak ketiga di DPRD Gunungkidul, PAN masih belum terlihat akan mencari bakal calon kepala daerah.
Kondisi berbeda dilakukan oleh DPD Nasdem dan DPC PDI Perjuangan Gunungkidul karena sejak akhir September lalu keduanya telah menggelar penjaringan bakal calon kepala daerah.
Menanggapi hal ini Ketua DPD PAN Gunungkidul, Arif Setiadi, memilih santai dan tidak mempermasalahkannya. Menurut dia, jajarannya sudah berproses sesuai dengan pedoman organisasi. Arif menuturkan meski belum mencuat ke publik, PAN sudah menjalankan tahapan awal dalam pilkada. “Kami menyolidkan internal partai. Untuk tahapan yang kami lalui, konsolidasi, koordinasi dan konsultasi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera membentuk tim pilkada,” kata Arif saat ditemui Harian Jogja, Senin (4/11/2019).
Ia menegaskan PAN sudah sesuai dengan jalur dalam tahapan pilkada. Arif pun mengibaratkan sebagai sebuah mobil partainya tidak ingin cepat panas. Sesuai dengan tahapan untuk laju pada saat ini masih di posisi gigi satu atau dua. Dia pun tidak ingin langsung tancap gas karena pelaksanaan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. “Kami tidak ingin terburu-buru. Tentunnya kami menjalani dan memaknai pilkada dengan sebaik-baiknya karena ada harapan dan momentum untuk menjadikan Gunungkidul lebih maju dan lebih baik lagi,” kata Anggota DPRD DIY ini.
Wakil Ketua DPD PAN Gunungkidul, Sukrisno, mengatakan partainya mematok target tinggi dalam pilkada karena ingin tampil sebagai pemenang seperti dalam Pilkada 2005, 2010 dan 2015. Meski demikian, untuk mencapai target ini ada dua permasalahan yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Pertama, PAN harus bisa memenuhi syarat untuk bisa mengusung calon. Pasalnya, dengan perolehan enam kursi di DPRD Gunungkidul, PAN harus berkoalisi dengan partai lain. Untuk komunikasi politik, Sukrisno mengakui sudah ada komunikasi dengan sejumlah partai mulai dari Nasdem, PKS, Golkar hingga PKB. “Komunikasi jalan terus,” katanya.
Kedua, adalah calon yang akan diusung. Menurut dia PAN tidak bisa memaksakan kehendak karena calon harus disepakati bersama dengan partai koalisi. “Bisa saja PAN yang mengusulkan calon bupati, sedang wakilnya diserahkan partai koalisi. Tapi bisa juga calon diusung secara bersama-sama dengan koalisi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelajar asal Gunungkidul, Yudha Wahyu Surya Pratama, berhasil masuk Timnas Voli U18 Indonesia dan tampil pada AVC U18 2026 di Tiongkok.
Bupati Gunungkidul mengusulkan relokasi SMK Kelautan Tanjungsari karena sering terdampak banjir. Baleharjo dan Paliyan menjadi dua lokasi yang dipertimbangkan.
Louis Vuitton rancang koper mewah untuk trofi Piala Dunia 2026. Simbol kemenangan dan kemewahan ini akan diarak di final. Simak selengkapnya.
Saparan Bekakak 2026 di Gamping tutup Jalan Wates, pengendara ke Bandara YIA diimbau lewat Bantul. Simak rekayasa lalu lintas dan rute alternatif.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku
Ketua Komisi A DPED DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto punya gaya tersendiri dalam membetot perhatian kalangan Gen-Z yang merupakan mahasiswa