Prambanan Jazz 2026 Resmi Digelar, Usung Tema Celebrate The Joy
Prambanan Jazz kembali hadir di Yogyakarta. Mengusung tajuk Celebrate The Joy, hajat musik jazz terbesar di Indonesia ini mengajak masyarakat bersenang-senang.
Direktur RS Panti Rapih, Teddy Janong (berdiri), saat membuka acara External Gathering di RS Panti Rapih, Kamis (14/11/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, JOGJA—Kegiatan External Gathering Rumah Sakit (RS) Panti Rapih digelar, Kamis (14/11/2019) pagi. Acara yang digelar di Ruang Auditorium Gedung Boromeus RS Panti Rapih Kota Jogja, ini juga membahas bahaya kanker serviks.
Direktur RS Panti Rapih, Teddy Janong, mengatakan acara tersebut dilaksanakan bertepatan dengan HUT ke-90 RS Panti Rapih. Pihaknya mencoba mengakrabkan rekan-rekan atau kolega yang berhubungan dengan RS Panti Rapih.
Dalam acara tersebut, tidak hanya memperkenalkan pelayanan dan fasilitas kesehatan rumah sakit namun juga disertai pemberian edukasi soal bahaya kanker serviks. Edukasi itu disampaikan oleh Dokter Obstetri dan Ginekologi RS Panti Rapih, Bambang Triono Cahyadi. "Ini bagian dari upaya kami mengedukasi masyarakat," kata Teddy Janong, Kamis.
Dikatakannya, RS Panti Rapih selalu menerima masukan dari masyarakat agar bisa memperbaiki semua aspek. Ke depannya, ia berharap RS Panti Rapih tumbuh dan berkembang lebih baik.
"Tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan para pendiri rumah sakit ini sebelumnya," kata dia.
Belum lama ini, RS Panti Rapih telah meresmikan gedung baru setinggi 30 meter dengan sembilan lantai. Sebanyak tiga lantai di bawah tanah dan enam lantai di atasnya. Pembangunan Gedung Boromeus itu dikerjakan selama 23 bulan.
Adapun Dokter Obstetri dan Ginekologi RS Panti Rapih, Bambang Triono Cahyadi yang menyampaikan edukasi tentang kanker serviks mengatakan penyakit tersebut ditularkan oleh Human Papiloma Virus (HPV) dan tidak hanya mengintai kaum perempuan. "Laki-laki juga bisa terkena virus HPV," jelas dia.
Virus HPV dapat menyebabkan infeksi pada permukaan kulit sehingga menjadi penyebab kanker serviks. Adapun tanda-tanda virus itu seperti tumbuhnya kutil di berbagai area tubuh meliputi lengan, area tubuh, mulut dan alat kelamin.
"Virus ini penularannya melalui kontak langsung dengan penderita atau melakukan hubungan seksual," katanya.
Orang yang terkena virus HPV di usia 20 tahun, baru akan mengalami gejala virus saat berusia 30 sampai 40 tahun. (Rahmat Jiwandono)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prambanan Jazz kembali hadir di Yogyakarta. Mengusung tajuk Celebrate The Joy, hajat musik jazz terbesar di Indonesia ini mengajak masyarakat bersenang-senang.
Said Iqbal turun langsung telusuri isu PHK di Tokopedia dan TikTok, pemerintah utamakan dialog dan perlindungan pekerja.
BI DIY gelar QJI x JRF 2026 di Jogja untuk dorong QRIS, UMKM, dan kecintaan generasi muda terhadap Rupiah.
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang ditangani dengan TMC, water bombing, dan metode inject untuk padamkan api bawah tanah.
Vrama Billiard dan Kanaya Munch & Mingle fokus memulihkan operasional usai kebakaran Rp20 miliar sambil mengapresiasi tim gabungan.
BMKG prakirakan cuaca Jogja cerah berawan 5–7 Juli 2026, gelombang laut selatan capai 4 meter.