Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Para barista sibuk melayani pesanan kopi dari pengunjung Museum Jogja Kembali dalam acara Ngopi di Museum yang digelar di museum tersebut, Minggu (17/11/2019)./Rofik Syarif G.P
Harianjogja.com, SLEMAN—Banyak cara dalam menggaet animo masyarakat untuk berkunjung ke museum, salah satunya adalah seperti yang dilakukan oleh Klinik Kopi dan Cornellia & Co. di Museum Jogja Kembali, Sleman, Minggu (17/11/2019). Dalam acara bertajuk Ngopi di Museum, mereka berharap bisa ikut mempromosikan keberadaan museum kepada masyarakat luas.
Director & Founder Cornellia & Co. Ayu Cornellia mengatakan Ngopi Di Museum tahun ini sudah memasuki gelaran yang keenam kalinya. Acara itu, diakui dia merupakan salah satu strategi kreatif pemasaran supaya museum dapat dikunjungi oleh masyarakat di Jogja pada umumnya.
Selain tentu saja juga untuk mengenalkan kopi Nusantara ke masyarakat yang berkunjung ke museum. “Saat ini museum belum jadi destinasi utama bagi nwisatawan. Oleh karena itu, kami ikut membantu untuk meramaikan dan mempromosikan museum dengan acara ini,” ujar Ayu saat ditemui di Museum Monumen Jogja Kembali, Minggu.
Pemilihan kopi sebagai ajang promosi, kata dia, lantaran kopi lebih memiliki variasi yang lebih banyak. Terlebih kopi kini sudah jadi gaya hidup masyarakat, tak terkecuali di Jogja. “Bisa dilihat hampir di setiap sudut Jogja pasti ada coffe shop baik itu besar maupun kecil. Ini artinya kopi adalah pilihan terbaik ketikan melakukan pertemuan atau sedang menongkrong bersama teman,” ucap Ayu.
Setelah event ini digelar, dia berharap pengelola museum memiliki pola yang khas dalam menyelenggarakan sebuah event promosi untuk museum. Dengan begitu nama museum akan kian dikenal masyarakat. “Kami berharap museum bisa jadi salah satu pilihan berkunjung wisatawan,” ucap dia.
Salah satu pengunjung Museum Monumen Jogja Kembali, Andika mengatakan acara Ngopi Di Museum terbilang unik dan menarik. “Karena selain mengenalkan jenis-jenis kopi di Indonesia pengunjung sekaligus bisa berkeliling untuk melihat dan belajar di museum [Monumen Jogja Kembali],” ujar Andika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Prabowo menjelaskan SMA Unggul Garuda menggunakan kurikulum IB untuk menyiapkan siswa masuk universitas terbaik dunia.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan seluruh program dan capaian pembangunan di wilayahnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat
Ford akan pindahkan produksi Lincoln dari China ke AS mulai 2030. Tarif impor Nautilus 52,5% jadi pendorong utama. Langkah ini ikuti strategi GM dan perkuat man
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yogyakarta dinilai memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga melahirkan talenta dan inovasi
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti