Krisis Air di Rongkop, Warga Kemesu Beli Air Rp120.000 per Tangki
Kemarau memicu krisis air di Padukuhan Kemesu, Rongkop. Warga membeli air Rp120.000 per tangki sambil menunggu pasokan PDAM membaik.
Seorang warga menunjukkan batu yang diduga menhir dan bergambar wayang yang ditemukan di salah satu lahan di Dusun Sawahan II, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kamis (21/11/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Sawahan II, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, dikejutkan dengan adanya penemuan batu yang diduga sebagai benda purbakala. Batu berbentuk tugu batu atau menhir itu memiliki panjang 1,5 meter dan satu batu lainnya memiliki gambar tokoh pewayangan.
Temuan pertama adalah batu bergambar wayang pada Sabtu (16/11/2019) di lahan milik Perhutani, sedangkan batu kedua berbentuk menhir ditemukan Ngadiono saat membersihkan lahan pertanian untuk menanam jagung.
Salah seorang warga Dusun Sawahan II, Edi Pramono, mengatakan kedua batu yang ditemukan sudah diamankan warga. Hal ini dilakukan untuk menghindari ulah usil orang tak bertanggungjawab. “Sudah diletakkan di lahan Murklampok,” katanya kepada wartawan, Kamis (21/11/2019).
Menurut dia, untuk penemuan menhir pemilik lahan tidak mengira apabila temuan itu termasuk benda purbakala. Bahkan, batu besar ini sempat dipindahkan beberapa kali. “Niatnya menggarap lahan untuk menanam jagung. Jadi saat menemukan batu besar langsung dipindahkan,” ujarnya.
Warga Dusun Sawahan II lainnya, Darto, menambahkan wilayah Bleberan termasuk lokasi yang sering ditemukan benda purbakala. Untuk lokasi penemuan batu bergambar wayang, dulu pernah ditemukan batu yang berlukiskan wayang punakawan dalam kondisi terpotong. “Informasinya masih ada batu yang bergambar garuda, tapi kondisinya masih terkubur,” katanya.
Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Mantara, mengatakan jajarannya sudah mendapatkan informasi penemuan batu bergambar tokoh wayang dan batu yang diduga menhir. Meski demikian, untuk kepastian butuh penelitian sehingga belum bisa menyimpulkan apakah batu-batu itu masuk dalam warisan cagar budaya. “Ada tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya [BPCB] DIY yang siap meneliti. Yang jelas di Gunungkidul potensi benda purbaakala yang dimiliki sangat besar, jadi apabila ada temuan menhir bisa menambah artefak yang lebih dulu ditemukan,” katanya.
Menurut dia, selain situs purbakala di Bleberan, di Gunungkidul banyak ditemukan situs lain yang memiliki nilai khasanah sejarah tinggi. Beberapa lokasi ini seperti Gua Braholo di Kecamatan Rongkop dan Situs Sokoliman di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. “Untuk pengenalan situs-situs bersejarah kami rutin menggelar kunjungan situs yang melibatkan pelajar dan masyarakat umum,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau memicu krisis air di Padukuhan Kemesu, Rongkop. Warga membeli air Rp120.000 per tangki sambil menunggu pasokan PDAM membaik.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.
Psikolog UI mengingatkan perubahan perilaku anak dapat menjadi tanda ancaman digital. Orang tua perlu peka dan membangun komunikasi yang aman.
PAD wisata Gunungkidul melampaui target pada semester I 2026. Pemda fokus membenahi retribusi, akses jalan, dan pelayanan wisata.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Presiden Prabowo segera menetapkan Jampidsus definitif setelah usulan nama calon pejabat memasuki tahap akhir pembahasan di TPA.