Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Ilustrasi lansia/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul sempat mengalokasikan anggaran Rp13 miliar untuk jatah hidup (jadup) lansia dengan memberikan makanan selama dua bulan di 2020. Namun di detik-detik akhir pembahasan RAPBD 2020 program ini dicoret dan alokasi anggaran digunakan untuk sektor lain. Salah satunya menutupi belanja infrastruktur sebesar 25% dari belanja APBD.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan pada finalisasi RAPBD 2020, Dewan bersama-sama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sepakat untuk mencoret program pemberian makan bagi lansia. Hal ini dinilai program belum masuk skala prioritas karena upaya pengentasan kemiskinan bisa dilakukan dengan program pemberdayaan yang lebih produktif. "Program ini sempat muncul, tapi akhirnya kami sepakat untuk mencoretnya," kata Endah, Jumat (22/11/2019).
Menurut dia, untuk jadup lansia alokasi anggaran yang disediakan mencapai Rp13 miliar. Namun dengan adanya pencoretan program maka pagu anggaran dialokasikan ke sektor lain.
Endah menuturkan, dalam penyusunan RAPBD ada plafon urusan wajib yang harus terpenuhi. Sebagai contoh, untuk urusan pendidikan, Pemkab harus mengalokasikan anggaran 20%, kesehatan 10% dan infrastruktur daerah sebesar 25%. "Untuk jadup lansia yang dicoret, anggaran banyak dipindah untuk menutupi kegiatan infrastruktur sebesar 25 persen," katanya.
Menurut dia, beberapa program tersebut di antaranya untuk rehabilitasi gedung sekolah. Selain itu, alokasi juga digunakan untuk sosialisasi kebangsaan, penganggulangan bunuh diri dan program paskibra di setiap kecamatan.
Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul, Demas Kursiswanto, mengatakan setelah melalui proses pembahasan yang panjang akhirnya syarat minimal anggaran 25% untuk infrastruktur telah terpenuhi. Pemenuhan ini tidak lepas adanya efisiensi program yang direncanakan Pemkab. "Awalnya belum terpenuhi, tapi setelah dilakukan pencermatan anggaran infrastruktur bisa sesuai aturan dari Pemerintah Pusat," katanya.
Menurut Demas, beberapa program infrastruktur yang dijalankan adalah percepatan akses menuju objek wisata. "Salah satunya melanjutkan pembangunan jalan Kepek-Ngobaran. Jalur baru ini direncanakan selesai tahun depan," katanya.
Kepala Bappeda Gunungkidul, Sri Suhartanta, mengatakan program pemberian makan untuk lansia dilakukan salah satunya untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Gunungkidul. Namun saat program dicoret ia mengaku tidak mempermasalahkan karena program yang lain masih berlanjut. "Program kemiskinan tetap jalan seperti pemberian akses kesehatan hingga adanya program pemberdayaan masyarakat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 29 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.