SIM Card Wajib Biometrik, Pelanggan Keluhkan Harga dan Verifikasi
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Foto ilustrasi. /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat, pada awal musim hujan ini, BPBD Bantul masih melakukan dropping air bersih di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto, mengatakan beberapa sumber mata air di Bantul dalam kondisi kering karena hujan belum rutin dan kebutuhan air masyarakat sangat banyak.
"Awal musim hujan seperti ini beberapa titik sumber air justru sedang kering-keringnya, karena hujan belum rutin. Jadi beberapa masih meminta dropping air, khususnya daerah Srimartani," katanya kepada Harianjogja.com pada Senin (25/11/2019).
Kata Dwi selain Srimartani, daerah yang masih sering meminta dropping air adalah Wukirsari dan juga Srimulyo. Bahkan untuk mencukupi kebutuhan dropping pihak Dwi harus mengajukan dana tak terduga sebesar Rp40 juta.
"Dana untuk kekeringan sendiri sudah habis, bahkan kemarin kami minta dana tambahan, dari dana tak terduga Rp40 juta. Untuk mengkaver bantuan air bersih untuk warga yang masih membutuhkan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Pakar UGM menjelaskan tren downgrading dan trade down sebagai respons rumah tangga terhadap pendapatan stagnan dan ketidakpastian ekonomi.
Kadin mengingatkan penahanan restitusi pajak dapat mengganggu likuiditas perusahaan dan memengaruhi citra investasi Indonesia di mata investor asing.
Jari siswi SMPN 2 Boyolali tersangkut di lubang pintu kelas. Damkar turun tangan dan berhasil melepaskannya menggunakan gerinda kecil.
Cara daftar BLT Kesra Rp900.000 Oktober 2026, syarat, cara cek penerima, desil, hingga laman resmi Cek Bansos Kemensos.
Karang Taruna Hipenari Samigaluh masuk 5 besar nasional berkat inovasi mengolah limbah daun teh menjadi lulur dan produk pangan lokal.