Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Komisioner KPU Gunungkidul melakukan sosialisasi tentang perubahan tahapan Pilkada 2020 di Rumah Makan Tan Tlogo, Mijahan, Kecamatan Semanu, Rabu (4/12/2019)./Istimewa-Dokumen KPU Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul memastikan adanya perubahan jadwal penyerahan syarat dukungan untuk bakal calon kepala daerah dari jalur perseorangan. Hal ini mengacu pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No.16/2019 tentang Perubahan PKPU No.15/2019 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020.
Di peraturan lama dijelaskan bahwa penyerahan syarat untuk bakal calon dari jalur independen dilaksanakan mulai Rabu (11/12/2019). Namun dengan adanya perubahan jadwal, penyerahan dukungan diundur dan pelaksanaan dilakukan selama lima hari mulai 19-23 Februari 2020.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, mengatakan adanya perubahan jadwal penyerahan syarat dukungan untuk calon independen mengacu pada perubahan aturan dari KPU RI. Menurut dia dengan perubahan tersebut maka tahapan penyerahan dukungan juga ikut berubah. “Tindak lanjut dari perubahan tahapan, hari ini [Rabu] kami menggundang partai politik dan stakeholder untuk sosialisasi terhadap peraturan terbaru,” kata Hani kepada Harian Jogja, Rabu (4/12/2019).
Menurut dia perubahan jadwal ini dilakukan karena disesuaikan dengan masa kerja PPK dan PPS. Meski demikian, secara umum tidak ada perubahan signifikan karena perubahan hanya masalah waktu dan penyerahan dilaksanakan di hari-hari terakhir seperti yang tertuang dalam peraturan lama (PKPU No.15/2019). “Kalau aturan lama dinilai terlalu panjang karena berlangsung selama tiga bulan sehingga muncul aturan baru dan penyerahan dukungan hanya dilaksanakan selama lima hari mulai 19-23 Februari 2020,” katanya.
Hani menambahkan perubahan ini secara psikologi memberikan kelonggaran waktu bagi bakal calon yang akan maju dari jalur perseorangan untuk menggalang dukungan. Hingga saat ini sudah ada empat orang yang berkonsultasi berkaitan dengan persyaratan untuk maju dari calon independen. “Jadi tidak perlu terburu-buru karena waktu yang ada masih bisa digunakan untuk mengumpulkan syarat dukungan,” katanya.
Anggota KPU Gunungkidul, Rohmad Qomarudin, mengatakan jajarannya sudah menetapkan syarat bagi pasangan yang ingin maju pilkada melalui jalur perseorangan. Untuk bisa maju pasangan dari jalur perseorangan harus mengumpulkan dukungan sebanyak 45.443 KTP
Ia menjelaskan dukungan yang diberikan tidak hanya sebatas bukti foto kopi KTP, tapi juga harus dilengkapi dengan surat pernyataan dari yang bersangkutan. Selain itu, kata Rohmad, calon perseorangan juga harus memenuhi syarat pesebaran dukungan, yakni di atas 50% kecamatan di Gunungkidul. “Jadi untuk persebaran dukungan minimal harus berada di sepuluh kecamatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.