Peringati Hari Jadi Sleman ke-110, Sultan HB X Ajak Warga Mulat Sarira
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Jalan tol Jogja-Solo dipastikan tidak akan memiliki rest area. Area peristirahatan di ruas jalan bebas hambatan ini hanya ada dua di Klaten, Jawa Tengah. “Untuk jalan tol yang masuk wilayah DIY, tidak ada rest area-nya,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Jogja-Solo dan Jogja-Bawen Totok Wijayanto, Kamis (12/12).
Menurut dia, jika pemerintah daerah tetap ingin membangun rest area di luar jalan tol, rencana tersebut bukan lagi kewenangan dari Satker. “Pada prinsipnya, tol memang dilengkapi dengan rest area, tetapi untuk jalan tol yang masuk Jogja tidak ada rest area,” katanya.
Alasannya, kata Totok, rancangan sesuai dengan permintaan Gubernur DIY Sri Sultan HB X yang ingin agar jalan tol bisa memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar tol. "Kalau rest area ada di dalam tol, orang tidak mau ke luar [dari jalan tol dan masuk Jogja]. Kalau tidak ada rest area nanti yang dari Surabaya bisa masuk Jogja,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Bappeda Sleman Kunto Riyadi. Menurutnya, keberadaan rest area tidak akan menguntungkan masyarakat. Sebaliknya rest area hanya bisa dimanfaatkan oleh pemodal besar. “Sementara yang UMKM tidak akan kuat untuk bersaing sehingga diputuskan untuk tidak ada rest area di tol,” katanya.
Sebagai gantinya, para pengguna jalan tol yang akan beristirahat atau berbelanja nantinya bisa menggunakan jalur exit toll atau on off menuju wilayah Sleman ataupun Kota Jogja. “Dengan konsep seperti ini, manfaat jalan tol bisa dirasakan oleh masyarakat Jogja. Pemberdayaan ekonomi akan jalan. Kalau ada rest area, pengguna jalan tol tidak akan keluar ke Jogja.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.