PMI Gunungkidul Siapkan Donor Darah Mobile Jaga Ketersediaan Stok
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Ilustrasi Ujian Nasional SD
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul tidak terpengaruh dengan adanya rencana penghapusan ujian nasional (UN) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Apapun kebijakan yang dibuat di tingkat pusat, Pemkab siap mengikuti aturan tersebut.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan jajarannya sudah mendengar wacana penghapusan UN. Informasi ini diperoleh saat Bahron diundang langsung ke Jakarta oleh Kemendikbud. “Saya dengar langsung wacana ini, tapi untuk pelaksanaan baru dilakukan di 2021,” kata Bahron kepada wartawan, Kamis (12/12/2019).
Menurut dia rencana ini tidak mengganggu proses persiapan menyambut UN di 2020. Untuk saat ini sekolah sudah mulai menyiapkan daftar murid yang akan mengikuti ujian tersebut. “Kan [penghapusan] baru dimulai 2021, jadi UN di tahun depan masih ada sehingga persiapan harus dilakukan mulai sekarang,” katanya.
Bahron menegaskan untuk kebijakan yang dibuat Disdikpora di daerah siap menjalankannya. Namun demikian, untuk mengantisipasi dampak negatif penghapusan UN Disdikpora Gunungkidul siap mengumpulkan stakeholder untuk melakukan kajian. “Pasti ada dampak positif dan negatifnya. Yang positif bisa langsung dijalankan, tapi yang negatif harus diantisipasi dengan adanya solusi agar pelaksanaan tidak menimbulkan masalah baru,” katanya.
Dia menjelaskan sesuai dengan penjelasan dari Mendikbud Nadiem Makarim, kelulusan bisa ditentukan oleh masing-masing guru pengampu. Selain itu, penentuan juga mengacu pada hasil ujian asesmen di tengah sekolah. Sebagai contoh, untuk tingkat SD asesmen dilakukan saat kelas IV dan SMP di kelas VIII. “Asesmen dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kompetensi yang diterima peserta didik,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, mengatakan secara pribadi dirinya mendukung wacana penghapusan UN. Hal ini dikarenakan pelaksanaan UN dinilai sangat membebani siswa didik. “Dengan UN diibaratkan panas setahun dihapus dengan hujan sehari karena hasil ujian sangat memengaruhi masa depan siswa,” katanya.
Di sisi lain, keberadaan UN juga dirasakan oleh orang tua. Untuk memperoleh nilai yang terbaik, orang tua disibukkan dengan mencari lembaga bimbingan belajar agar anaknya bisa lulus UN. “Harapannya kebijakan baru nanti bisa membawa kualitas pendidikan yang lebih baik lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Pelajari cara membuat gambar dan mengedit foto dengan Gemini AI menggunakan prompt yang tepat agar hasil visual lebih akurat dan menarik.
Coba 4 gerakan olahraga ringan setelah bangun tidur selama 5–10 menit untuk membantu tubuh lebih bugar, lentur, dan siap beraktivitas.
Jadwal KRL Solo Jogja terbaru hari ini Rabu 29 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
AS melarang impor robot humanoid dan inverter baru asal Tiongkok demi melindungi keamanan nasional serta infrastruktur AI domestik.
Jadwal salat Jogja Rabu 29 Juli 2026 untuk Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul berdasarkan Kemenag.