30 Tahun Kudatuli, Seniman Tegaskan Demokrasi Butuh Seni
Refleksi 30 tahun Kudatuli di Sleman soroti peran seni dalam menjaga demokrasi. Seniman dan akademisi sepakat seni tak bisa dipisahkan dari kebebasan.
Ilustrasi jalan tol. /JIBI-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA - Perubahan desain tol di atas Monjali Ring Road Utara, dari semula elevated menjadi at grade, masih terus dibahas. Redesain jalan tol tersebut diperkirakan selesai pada Januari mendatang.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Totok Wijayanto redesain jalan tol di sekitar Monumen Jogja Kembali (Monjali) masih terus dibahas di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).
"Mudah-mudahan perubahan desainnya bisa keluar awal Januari tahun depan," ujarnya, Sabtu (21/12/2019).
Menurutnya, perubahan desain jalan tol di sekitar Monjali dari awalnya elevated (melayang) menjadi at grade agar tidak menabrak garis imajiner (Merapi-Kraton). Dia belum bisa memastikan gambaran desain terbaru yang disepakati. Termasuk kemungkinan dibangunnya underpass Monjali, masih perlu dikaji lebih lanjut.
"Kita lihat nanti desainnya seperti apa," katanya.
Hal senada disampaikan Kasubbid Pertanahan dan Penataan Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman Dona Saputra Ginting. Dia mengaku hingga kini belum ada pembahasan terkait perubahan desain.
"Kalau misalnya ada informasi sekitar Monjali menjadi at grade kami malah belum diajak komunikasi," kata Dona, Jumat (20/12/2019).
Menurut Dona, sesuai dengan desain jalan tol yang sudah dibahas dengan Pemkab Sleman, memang ada sebagian area di Monjali yang at grade. Hanya saja, di area dekat Monjali tersebut desain jalan at grade difungsikan sebagai area On/Off.
"Jadi akan ada sebagian jalan Ring Road [at grade] yang terpakai sebagai jalur naik turun ke tol elevatednya," katanya.
Dia berharap jika memang ada perubahan desain terkait jalan tol yang dibangun di wilayah Sleman, segera ada komunikasi dari tim untuk membahasnya dengan Pemkab Sleman. "Sementara ini belum [ada pembahasan], mungkin nanti kalau konsepnya sudah ada baru dikomunikasikan dengan kami," kata Dona.
Disinggung soal rencana pembangunan underpass di simpang Monjali, Dona mengatakan jika rencana tersebut masih dalam proses kajian untuk segera dibuat DED dan Amdal-nya. Hanya saja, dengan rencana dibangunnya on/off tol Jogja–Solo di persimpangan Monjali kelanjutan proyek underpass Monjali masih belum dipastikan. "Kami masih kaji dan belum bisa memastikan kelanjutan proyek underpass Monjali," kata Dona.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Refleksi 30 tahun Kudatuli di Sleman soroti peran seni dalam menjaga demokrasi. Seniman dan akademisi sepakat seni tak bisa dipisahkan dari kebebasan.
Arus lalu lintas di Bantul masih ramai di akhir libur sekolah namun tetap lancar. Dishub mengimbau pengendara patuhi aturan dan perhatikan keselamatan.
Satpol PP Jogja menindak pelanggar Kawasan Tanpa Rokok di Malioboro. Tujuh orang kena sanksi, sebagian sudah didenda. Ini aturan dan fakta terbarunya.
Kafe de’Clan Signature di Cipete digeledah terkait kasus korupsi dan TPPU. Jampidsus Febrie Adriansyah membantah keterlibatan. Ini fakta lengkapnya.
Pedagang Beringharjo Khawatir Full Pedestrian Tekan Penjualan, Minta Sosialisasi Kantong Parkir Diperkuat
Rumah pribadi Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul digeledah. Polisi temukan emas dan uang Rp476 miliar. Ini fakta lengkap dan penjelasannya.