PLN Siapkan PPA 30 Tahun untuk Serap Listrik Proyek PSEL
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
Wisatawan menikmati keindahan Songgo Langit, Mangunan, Bantul, Kamis (6/6/2019).- Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, BANTUL--Objek wisata Mangunan di Dlingo, Bantul tak lagi seramai dahulu pada libur kahir tahun.
Libur Natal dan tahun baru kali ini ternyata tak begitu signifikan mendongkrak jumlah wisatawan yang mengunjungi sejumlah objek wisata yang berada di Kecamatan Dlingo. Tren penurunan jumlah wisatawan di Kecamatan Dlingo masih terus terjadi termasuk pada libur Natal dan tahun baru kali ini.
Ketua Koperasi Notowono (Induk Semua Obyek Wisata Di Dlingo), Purwo Harsono menuturkan dari semua obyek wisata di antaranya seperti Mangunan, Hutan Pinus Pengger, Becici, Watu Goyang, Bukit Panguk, memang terjadi tren penurunan jumlah pengunjung. Pihaknya mencatat, rata-rata pengunjung di semua obyek wisata mencapai 14.000 orang perhari.
"Di semua obyek wisata di bawah naungan koperasi Notowono mengalami penurunan," ujar laki-laki yang akrab dipanggil Ipung ini, Rabu (1/1/2020).
Ipung mengaku belum mengolah data secara lengkap jumlah pengunjung selama libur Natal dan Tahun Baru kali ini. Namun secara kasar, Ipung menyebut jika penurunan jumlah pengunjung di semua obyek wisata di kecamatan Dlingo adalah sebesar 7 persen dibanding libur lebaran tahun lalu.
Menurut Ipung, beberapa faktor diduga menjadi penyebab penurunan jumlah pengunjung obyek wisata di kawasan Kecamatan Dlingo. Salah satunya adalah minimnya inovasi yang dilakukan oleh para pengelola masing-masing obyek wisata. Seringkali antara satu obyek wisata yang satu dengan obyek wisata lainnya ada kemiripan sehingga terjadi kejenuhan.
"Memang ada kejenuhan karena yang disuguhkan tak banyak berubah,"tambahnya.
Penyebab lainnya, lanjut dia, pengaturan arus lalu lintas yang dilakukan oleh aparat kepolisian memang tak berpihak pada obyek wisata di kawasan Dlingo. Bus-bus besar tidak diperkenankan turun ke Imogiri dan harus melalui Patuk Gunungkidul. Padahal untuk melalui Patuk dipastikan akan terjebak kemacetan.
Di kawasan Patuk, kini ada destinasi baru yang banyak menghambat arus lalu lintas terutama menuju ke Dlingo. Kondisi jalan yang sempit mengakibatkan pengemudi terutama bus besar kesulitan melintas Dlingo terlebih ketika berpapasan. Hal inilah yang mengakibatkan jumlah pengunjung berkurang.
Koordinator pengelola Puncak Becici, Sugandi mengatakan, sejak tanggal 22 hingga 31 Desember 2019 lalu, Puncak Becici dikunjungi setidaknya ada 30.976 orang. Puncak kunjungan terjadi pada tanggal 29 Desember 2019 di mana jumlah pengunjungnya mencapai 4.975 orang. Dan kunjungan paling sedikit justru terjadi pada tanggal 27 Desember 2019 yang hanya sebanyak 1.994 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
PLN menyiapkan kontrak jual beli listrik hingga 30 tahun untuk proyek PSEL guna menarik investasi dan mempercepat transisi energi.
Donald Trump menyebut perundingan AS dan Iran dimulai Senin. Pembahasan mencakup Selat Hormuz dan program nuklir Teheran.
AS dan Jepang berkolaborasi mengintervensi pasar valuta asing untuk menghentikan pelemahan yen yang sempat menyentuh level terendah dalam 40 tahun.
Sebanyak 23 calon hakim agung dan ad hoc MA mengikuti wawancara tahap akhir seleksi KY pada 3-7 Agustus 2026.
Transformasi BUMN di Bawah Danantara Perkuat Layanan Publik, Telkomsel Tumbuh Sehat di Semester I 2026
Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar penyusunan kebijakan penguatan pariwisata Kota Jogja melalui data usaha, UMKM, investasi, dan tenaga kerja.