Sidang Pengalihan Perusahaan di Bantul, Tergugat Sampaikan Jawaban
Sidang gugatan PMH terkait pengalihan kepemilikan CV Art Fashion di PN Bantul memasuki babak baru. Tergugat menyampaikan jawaban sekaligus mengajukan gugatan.
Calon lokasi Wisata Bukit Dermo di wilayah Kelurahan Selopamioro, Imogiri, Kabupaten Bantul. Antara - Hery Sidik
Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul akan kembali melanjutkan pembangunan kawasan agrowisata Bukit Dermo yang terletak di Selopamioro, Imogiri pada tahun depan. Lokasi yang diproyeksi bakal jadi destinasi wisata baru itu sebelumnya sempat bermasalah karena rekanan tidak menyelesaikan proses pembangunan pada akhir 2024 lalu.
Dalam pantauan beberapa waktu lalu, tempat yang menawarkan panorama pegunungan tersebut kelihatan tidak terawat. Akses jalan menuju puncak bukit dipenuhi dengan ilalang dan semak belukar. Bangunan yang sudah jadi berupa kios toko, gazebo dan menara pandang tampak kumuh.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Bantul, Istiyani mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bappeda setempat untuk kembali melanjutkan pembangunan Bukit Dermo. Penyelesaian spot yang menawarkan udara segar serta pemandangan matahari tersebut kata dia memang dilakukan dua tahap.
"Pembangunannya nanti akan dikerjakan DPUPKP Bantul," katanya, Kamis (18/6/2026).
Istiyani menyebut dengan dilanjutkannya pembangunan destinasi wisata tersebut nantinya sebaran wisatawan yang berkunjung ke Bantul diharapkan lebih merata. Selama ini kawasan pantai selatan selalu jadi lokasi favorit bagi para pelancong, padahal kata dia masih ada tempat lain yang tak kalah menarik untuk dikunjungi.
"Konsepnya masih sama dengan yang lalu, kami menawarkan keindahan perbukitan dengan menara pandang sambil menikmati matahari terbenam," jelasnya.
Kepala DPUPKP Bantul, Jimmy Simbolon menyebut, rencananya Bukit Dermo akan mulai dikerjakan paling lama pada triwulan kedua 2027 mendatang. Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp3,1 miliar yang berasal dari APBD Bantul.
"Jadi kemarin itu yang tadinya dibangun oleh Dispar, itu kami lanjutkan lagi. Makanya kemarin itu kami buat perencanaan ulang," kata Jimmy.
Menurut dia, proses pembangunan tahap satu yang dulu baru menyelesaikan sekitar 40-50 persen dari total perencanaan. Hanya saja konsepnya secara umum sudah jadi, sementara pembangunan tahap kedua nanti pihaknya hanya akan menyelesaikan pengerjaan akhir berupa pemolesan di beberapa titik dan penambahan sejumlah ornamen.
"Beberapa bangunan memang sudah ada yang berdiri, tapi masih ada yang belum. Jadi kami hanya finalisasi, enggak ada tambahan bamgunan baru, hanya finalisasi sesuai dengan rencana awal," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sidang gugatan PMH terkait pengalihan kepemilikan CV Art Fashion di PN Bantul memasuki babak baru. Tergugat menyampaikan jawaban sekaligus mengajukan gugatan.
Polda Jateng menangkap kondektur bus yang diduga mengedarkan sabu 3,77 gram di Semarang. Polisi kini memburu pemasok yang masuk DPO.
Update kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di utara Sumenep, empat orang meninggal, 218 penumpang selamat, operasi SAR masih berlangsung.
AKI mengeluhkan lambatnya restitusi PPN yang menekan arus kas kontraktor. Dana tertahan disebut mencapai puluhan triliun rupiah.
Kemkomdigi melayangkan teguran pertama kepada YouTube terkait konten live promosi vape yang melibatkan anak dan meminta tindakan dalam tiga hari.
ESDM menyiapkan investasi Rp4,86 triliun untuk memulihkan kapasitas PLTP Sarulla menjadi 330 MW dan mengembangkan potensi panas bumi.