Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida Dikaji, 32 Anak Divisum
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun membuka Festival Hadrah Se-DIY di Pondok Pesantren Albarokah, Godangan, Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Minggu (5/1/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Festival Hadrah Se-DIY digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Albarokah, Godangan, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Minggu (5/1/2020). Festival digelar salah satunya untuk melestarikan kesenian rakyat.
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan festival tersebut merupakan salah satu upaya untuk melestarikan dan mengenalkan kesenian tradisional islami yang menjadi bagian dari budaya masyarakat.
"Selain menjadi media dakwah, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antarumat sehingga tercipta masyarakat yang guyub, rukun dan saling menghargai” katanya saat membuka kegiatan.
Menurutnya, melalui festival ini juga bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat jika ajaran Islam tersebut menarik, indah, dan menyenangkan. Islam bisa berkembang pesat di nusantara, katanya, karena indahnya kesenian yang dimiliki, sehingga banyak masyarakat yang tertarik menyelami indahnya Islam.
"Ada nasihat Sunan Kalijaga di mana dengan ilmu maka hidup akan lebih mudah, dengan agama hidup yang lebih mudah itu akan terarah dan bermakna, dan dengan seni maka hidup yang terarah dan bermakna itu, akan terasa indah baik oleh diri maupun orang lain," katanya.
Pengasuh Ponpes Albarokah Gus Miqdam Makfi mengatakan festival yang digelar tersebut merupakan tahun pertama. Salah satu tujuannya untuk menyambut khataman Alquran Para Satri Ponpes sekaligus memperingati 1 tahun wafatnya Kyai Haji Rosim Al Fatih. "Festival yang bertajuk Alba Fest ini diikuti oleh 25 Grup Hadroh dari berbagai Ponpes di DIY," katanya.
Adapun Kategori lomba hadrah pada festival tersebut dibagi menjadi tiga yakni, Kategori Juara Umum, Kategori Vokal Terbaik dan Kategori Aransemen Terbaik. Masing-masing peserta akan membawakan dua buah tembang, yakni tembang wajib dan tembang pilihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Sam Altman mengungkap Gen Z kini memakai ChatGPT sebagai penasihat hidup, berbeda dengan generasi tua yang masih menggunakannya seperti Google.