Gerak Cepat Pemkab Klaten Pulihkan Pasar Bayat Pascakebakaran
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Seorang pemulung tengah memilah sampah di TPST Piyungan beberapa waktu lalu./Harian Jogja- Nur Uswatun Khasanah (M123)
Harianjogja.com, BANTUL-Pada musim libut Natal dan Tahun Baru 2020, volume sampah di DIY melonjak drastis. Kota Jogja masih menjadi penyumbang sampah terbesar.
Kepala Balai Pengelolaan Sampah TPST Piyungan Dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan DIY, Fauzan Umar, mengatakan volume sampah yang masuk TPST Piyungan selama Desember lalu meningkat drastis dibanding bulan-bulan sebelumnya. Ia mencatat volume sampah selama Desember mencapai 18.851 ton. Sementara pada November volume sampah yang dibuang ke TPST Piyungan 16.767 ton. Kenaikannya mencapai 2.083 ton atau 12,43%.
Volume sampah pada Desember lalu terbanyak dari wilayah Jogja sebanyak 9.467 ton, disusul Sleman 6.413 ton, dan Bantul 2.977 ton. Sementara kenaikan perhari tertinggi Sleman mencapai 30,11 ton, kemudian Jogja 24,29 ton, dan Bantul 12,83 ton.
Fauzan tidak menampik adanya keterbatasan daya tampung TPST Piyungan. Pihaknya berencana untuk kerjasama dengan swasta untuk mengelola TPST Piyungan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan badan Usaha (KPBU).
“Tapi ini masih dalam proses. Diperkirakan 2023 baru bisa beroperasi kerjasama pemerintah dan badan usaha itu. Sekarang proses perencanaan konsultan. Saat ini konsultan baru mendesain bagaimana tekhnologi maupun metodologi pelaksanaan nantinya. Masih tahap perencanaan masih jangka panjang,” kata Fauzan kepada wartawan, pekan lalu.
Ia mengatakan sebenarnya sudah ada dermaga untuk pembuangan sampah, namun terkadang pembuangan sampah tidak sampai ke tengah. Hal itulah yang membuat terjadinya antrean kendaraan, sehingga harus menunggu alat berat mendorong tumpukan sampah sampai ke tengah
Namun pihaknya juga tidak memungkiri keterbatasan alat berat, “Yang menjadikan antrian, yaitu terbatasnya alat berat yang bisa untuk meratakan sampah. Buldoser hanya dua unit. Satu berada di dermaga utara dan selatan. Eksavator hanya ada satu unit digunakan untuk mobil swasta yang tidak dilengkapi dengan truk dam. Berbeda dengan adanya dam truk yang langsung bisa di bongkar,” ujar Fauzan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Warga dari 15 pedukuhan menggelar kirab budaya HUT ke-80 Sidomulyo dengan swadaya, melibatkan hampir 1.500 peserta.
Presiden Prabowo dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi sepakat memperkuat industri pertahanan, pendidikan militer, dan investasi strategis kedua negara.
Banjir bandang di Distrik Gorkha, Nepal, menghanyutkan 35–40 rumah dan sejumlah jembatan. Helikopter dikerahkan untuk evakuasi dan bantuan.
MotoGP Mandalika 2026 menarik lebih dari 157.000 penonton. Erick Thohir optimistis target perputaran uang Rp5 triliun dapat tercapai.
Polrestabes Semarang menyelidiki kematian pelajar SMP berusia 16 tahun yang ditemukan dengan luka di kepala. Polisi memeriksa saksi dan CCTV.