Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Foto ilustrasi: Tanah longsor di Kulonprogo. /Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, KULONPROGO- Hujan deras yang terjadi pada Rabu (8/1/2020) pagi hingga sore hari kemarin menyebabkan sebuah tebing di Perbukitan Menoreh longsor dan menimpa dinding dapur seorang warga. Beruntung, dinding yang tertimpa itu tak sampai roboh.
Repi, 70, pemilik rumah di Dusun Kembang, Desa Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, menuturkan hujan deras itu menyebabkan batu kerikil mulai menjatuhi sudut dapur sekitar pukul 15.00 WIB. "Hujan terus turun sampai pukul 18.00 WIB itu tembok dapur saya sudah terkena longsoran," kata dia, Kamis (9/1/2020).
Mendapati hal itu, dirinya kemudian meminta bantuan kepada tetangga. Meski tidak menyebabkan dindingnya rusak ambrol, namun hal itu sudah membuatnya waswas jika ada longsor susulan pada malam hari. Pada Kamis pagi, dibantu warga dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, rumah Repi dibersihkan dari longsoran sedikit demi sedikit.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Edi Wibowo mencatat kejadian ini ke dalam daftar panjang kejadian longsor sepanjang tahun 2020 ini. "Sudah ada lima kejadian longsor dampak dari hujan lebat pada tahun 2020 ini saja," kata dia.
Untuk kejadian yang menimpa kediaman Repi, pihaknya sudah mengerahkan TRC BPBD Kulonprogo untuk melakukan assesmen. Ia bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Selain longsor, bencana yang terjadi sebagai dampak hujan lebat di Kulonprogo pada awal tahun 2020 ini juga meliputi pohon tumbang yang menimpa rumah dan menutup akses jalan. "Totalnya dengan tanah longsor kemarin itu ada 104 kejadian," ujar Edi.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika DIY memperbarui peringatan dini yang sebelumnya dijadwalkan hingga tanggal 7 Januari, menjadi sampai tanggal 12 Januari. Menanggapi hal ini, Edi berharap warga tetap bersiap dengan kemungkinan yang ada dan selalu berhati-hati.
Dikarenakan kejadian paling banyak yaitu rumah warga tertimpa pohon tumbang, oleh karena itu Edi meminta warga bisa secara mandiri memperhatikan lingkungan sekitar dan memotong dahan dari pohon tua yang diperkirakan bisa patah jika ditimpa hujan deras. "Tim kami terbatas, kami harap warga bisa secara mandiri memotong pohon sendiri," katanya.
Jika setelah kejadian warga membutuhkan pertolongan, Edi siap mengerahkan tenaga dan logistik. "Kami ada bantuan seng dan terpal untuk warga yang membutuhkan jika terkena bencana. Selain itu jika membutuhkan kawat bronjong, bisa mengajukan proposal permohonan dulu," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendekatkan sarana pelayanan kepada masyarakat luas.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.