Antisipasi Tanah Longsor, Warga Harus Ikut Menjaga EWS

Salah satu titik longsor di Semin. - Ist
12 November 2019 07:07 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul terus memantau kondisi early warning systems (EWS) yang dipasang di sejumlah wilayah rawan longsor. Pemantauan dan pemeriksaan sangat dibutuhkan menjelang datangnya musim hujan yang kerap memicu terjadinya bencana.

Dari pemeriksaan yang dilakukan BPBD Gunungkidul menemukan 20 unit EWS rusak dengan kategori rusak ringan hingga berat. Agar bisa berfungsi maksimal, alat peringatan dini terjadinya tanah longsor itu perlu perbaikan agar bisa digunakan.

"Kami sudah mengecek semua EWS tanah longsor yang berjumlah 30 unit, ternyata yang masih aktif dan berfungsi hanya tersisa 10 unit, sedangkan sisanya sebanyak 20 unit EWS rusak ringan dan berat," kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, saat ditemui Harian Jogja, Senin (11/11/2019).

Edy mengungkapkan kerusakan pada EWS biasa terjadi pada komponen baterai atau aki. Kerusakan, menurut Edy, merupakan hal wajar karena EWS sudah terpasang hampir tiga tahun. "Karena tidak ada pemeliharaan dan perbaikan maka aki menjadi rusak," katanya.

EWS longsor yang terpasang di sejumlah wilayah rawan longsor di Gunungkidul merupakan hibah dari Pemda DIY. Mengingat pentingnya EWS, BPBD Gunungkidul juga mengimbau agar masyarakat bisa ikut menjaga dan merawat alat tersebut.

"Kami memasang dan memantau fungsinya, jadi kami berharap kalau ada kerusakan kecil bisa ditangani oleh warga atau pemerintah desa setempat karena alat itu sangat membantu mereka ketika muncul ancaman bencana tanah longsor," ujarnya.

Untuk perawatan dan perbaikan, Edy mengaku anggaran yang dimiliki BPBD Gunungkidul sangat terbatas sehingga perbaikan tidak bisa dilakukan secara menyeluruh. Oleh karena itu, dia mengajak warga dan pemerintah desa untuk ikut menjaga dan merawat EWS. "Tolong dijaga dan dirawat, kalau ada kerusakan pemerintah desa bisa memperbaiki dengan anggaran yang dimiliki," katanya.