Pilur Serentak Gunungkidul Terancam Molor, Panitia Belum Bisa Dibentuk
Pembentukan panitia Pilur di 31 kalurahan Gunungkidul masih menunggu juklak dan juknis.
Ilustrasi BPJS Kesehatan./Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Manajemen RSUD Wonosari, Gunungkidul harus memutar otak untuk mengatasi piutang BPJS Kesehatan yang jumlahnya mencapai puluhan miliar rupiah. Otoritas RSUD Wonosari kini harus berhemat dalam biaya operasional rumah sakit.
Selama ini dana talangan dari Pemkab Gunungkidul sebesar Rp5,7 miliar tidak cukup menutupi kekurangan pembayaran BPJS Kesehatan selama enam bulan.
Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati, mengatakan piutang BPJS yang jatuh tempo mencapai Rp22 miliar. Jumlah ini masih bisa bertambah karena hitungan piutang baru sampai tagihan September, sedangkan untuk Oktober masih proses pengajuan. “Ya kalau ditotal jumlahnya mencapai Rp26 miliar,” kata Heru akhir pekan lalu.
Menurut dia untuk pembayaran tunggakan sudah berkoordinasi dengan pihak BPJS Kesehatan. Meski demikian, tidak ada jawaban pasti kapan tunggakan akan dibayarkan. “Kami hanya bisa menunggu karena pembayaran tersebut sangat penting bagi keberlangsungan layanan di rumah sakit,” ungkapnya.
Heru mengatakan tunggakan klaim dari BPJS berpengaruh terhadap operasional rumah sakit. Meski demikian, ia menjamin layanan terhadap pasien akan diberikan sesuai dengan kebutuhan standar.
Dia menjelaskan berbagai langkah penghematan sudah mulai dilakukan. Bahkan, lanjut Heru manajemen RSUD sejak Oktober menerapkan kebijakan tidak lagi menyediakan snack atau camilan untuk rapat-rapat internal. Hal ini dilakukan untuk mengurangi biaya pengeluaran yang menjadi beban rumah sakit setiap bulannya. “Masalah snack hanya contoh saja. Sebab, untuk mengatasinya juga berutang ke rekanan hingga pembayaran jasa ke petugas medis baru dibayar separuh dari kewajiban yang harus diberikan,” katanya.
Menurut Heru kebijakan efisiensi secara ketat dilakukan untuk memastikan operasional rumah sakit tetap berjalan. “Kami hanya bisa berharap tunggakan BPJS Kesehatan segera dibayarkan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembentukan panitia Pilur di 31 kalurahan Gunungkidul masih menunggu juklak dan juknis.
Pertamina Patra Niaga memastikan kualitas BBM tetap terjaga melalui pengelolaan zat pengotor di kilang untuk menghasilkan BBM standar Euro 4.
Pemkot Jogja mempercepat penataan kabel fiber optik melalui sistem ducting untuk mengurangi sampah visual dan mempercantik wajah kota wisata.
Kejagung menyerahkan PNBP hasil pemulihan aset senilai Rp1,029 triliun ke Kemenkeu, termasuk aset dan uang milik terpidana Eddy Tansil.
Chapter Jogja 2026 kembali hadir di JNM dan SD Tumbuh pada 19-23 Juni dengan konsep Unique Art Fair yang memperkuat ekosistem seni rupa Yogyakarta.
Wayang Gedhog langka akan dipentaskan di Keraton Jogja saat 1 Sura 2026. Lakon Jaya Berdangga sarat pesan perjuangan, kesetiaan, dan refleksi diri.