DPRD Gunungkidul Minta Proyek Infrastruktur 2026 Berkualitas dan Tepat Waktu
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Tanah longsor di Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, akhir 2018 lalu/Ist-Dok BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menyebut banyak early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini di zona rawan longsor sudah tak berfungsi.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Gunungkidul Agus Wibowo Arifianto mengatakan ada 30 EWS yang tersebar di kawasan rawan longsor di Gunungkidul utara. Kondisi alat yang terpasang memprihatinkan karena banyak yang mati. “Kami sudah cek dan hasilnya hanya ada tiga yang berfungsi. Sedang sisanya sebanyak 25 unit rusak dan dua lainnya hilang dicuri,” kata Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/12).
Menurut dia, ada beberapa penyebab kerusakan, misalnya menjadi sarang semut atau mengalami kerusakan pada aki yang menjadi motor penggerak sirine dari signal EWS. Selain itu, ada juga alat yang tertimbun longsor. “EWS yang tertimbun longsor ada di Desa Girijati, Purwosari,” katanya.
Agus mengakui BPBD tak lagi memiliki kewenangan perbaikan karena EWS sudah dihibahkan kepada masing-masing desa. “Kami terbentur aturan sehingga hanya bisa mengimbau agar EWS dicek secara rutin agar dapat berfungsi dengan baik. Untuk perbaikan, desa bisa mengalokasikan anggaran dari dana desa,” katanya.
Agus mengatakan peringatan dini tsunami di kawasan pantai selatan juga mengalami kerusakan. Ada delapan EWS tsunami yang dipasang BNPB, tetapi karena terjangan Badai Cempaka di akhir 2017, semuanya tak berfungsi lagi.
“Sudah kami laporkan ke BNPB, tapi hingga sekarang belum ada rencana perbaikan,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan keberadaan EWS sangat penting sebagai upaya membantu dalam kesiapsiagaan bencana. BPBD terus melakukan sosialisasi ke masyarakat dengan memperluas jaringan desa tangguh bencana. “Memang belum semua desa menjadi destana, tapi pembentukan akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahun depan ada enam desa yang akan dijadikan destana,” katanya.
Sebaran EWS longsor di Gunungkidul
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.