Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (tengah) mengecek kondisi saluran yang digunakan untuk menanam kabel di kawasan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya penataan kabel yang semrawut dan mengganggu pemandangan kota Jogja terkendala terbatasnya tempat dan anggaran. Hingga kini instalasi kabel yang sudah diturunkan oleh Pemkot Jogja baru kabel fiber opticmilik 13 provider di Jalan Jendral Sudirman, sementara kabel PLN masih menjuntai semrawut di atas.
Manajer PT PLN Area Jogja, Eric Rossi, menjelaskan sistem ducting untuk kabel PLN berdampingan dengan provider dan gas sebenarnya bisa dilakukan. Hanya untuk kabel PLN akan memakan banyak tempat, karena untuk kabel sambungan ke setiap pelanggan juga memerlukan ducting.
“Semisal di pedestrian Jalan Jendral Sudirman, itu kan ada Bank Mandiri, Pizza Hut dan lainnya, itu harus di-ducting sendiri-sendiri. Kan jadi banyak nanti ducting-nya. Jelas lebih makan tempat kalau di bawah,” ujarnya, Senin (3/2/2020).
Jika dari sisi keamanan, Eric mengakui sistem ducting lebih aman, sebab jika di atas rentan terkena pohon terutama saat ada angin kencang atau hujan yang bisa mengakibatkan putusnya kabel. “Salurannya memang lebih bagus lewat ducting. Tapi memang kalau ada perbaikan, ducting lebih lama karena perlu dibongkar dulu,” ujar dia.
Proses ducting, imbuh dia, tidak akan mengganggu suplai listrik ke pelanggan, karena selama proses akan digunakan jaringan cadangan. “Kalau maunya kami dan juga sudah koordinasi dengan Pemkot, dari Jembatan Gondolayu ke barat sampai Tugu, terus ke selatan sampai Krapyak, biar rapi. Tapi masih terkendala biaya yang tidak sedikit dan proses ducting yang lama,” ujarnya.
Maka kesepakatan sementara, meski belum bisa dikerjakan tahun ini, proses ducting baru akan dilakukan di sekitar Tugu Jogja. “Kalau misalnya nanti ada anggaran kemungkinan ditambah, tidak harus 100 meter. Semisal yang Tugu ke selatan juga bisa dikerjakan bersamaan ya jalan,” katanya.
Jika ducting kabel PLN direncanakan di area 100 meter dari ke timur, barat, selatan dan utara dari Tugu Jogja, maka konsekuensinya adalah travo yang ada di area tersebut harus dimundurkan pula dari Tugu Jogja setidaknya hingga 100 meter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.