Pemkab Gunungkidul Siapkan Sterilisasi Monyet Ekor Panjang, Pemberian Pakan Dihentikan
Pemkab Gunungkidul mengkaji sterilisasi monyet ekor panjang untuk menekan populasi dan konflik dengan warga setelah program pemberian pakan dinilai kurang efekt
Suasana dan aktivitas di kawasan Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Foto diambil 4 November 2025/ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pedagang di Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, diberi waktu hingga 7 Januari 2026 untuk membongkar lapak dan gazebo milik mereka. Pembongkaran ini merupakan bagian dari penataan kawasan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul.
Perwakilan pedagang Pantai Sepanjang, Wahyono, mengatakan ada rencana pemkab untuk menata kawasan tersebut. Bahkan, pada Selasa (4/11/2025) sempat ada rencana pembongkaran oleh tim dari pemkab.
Namun, upaya tersebut gagal direalisasikan karena ditolak pedagang. Alasan penolakan karena belum semua pedagang mengetahui rencana pemkab sehingga membutuhkan waktu untuk koordinasi internal.
“Sosialisasi hanya dilakukan sekali sehingga belum banyak yang paham tentang kebijakan pemkab. Saat itu [4 November], kami tahunya hanya kegiatan bersih pantai, bukan untuk membongkar lapak dan gazebo milik pedagang,” kata Wahyono, Minggu (9/11/2025).
Ia tidak menampik setelah ada koordinasi dengan pemkab, para pedagang diberi kesempatan untuk berkoordinasi internal hingga Jumat (7/11/2025). Wahyono memastikan sudah ada rembukan bersama dan menyepakati ikut dalam program penataan kawasan Pantai Sepanjang.
“Sudah disepakati. Pedagang bersedia membuat surat pernyataan untuk pindah sesuai lokasi yang dijanjikan,” katanya.
Wahyono memastikan kesepakatan antar pedagang ini sudah disampaikan ke pemkab. Hasil pertemuan pada Jumat siang juga memberi kelonggaran untuk pindah sesuai hasil musyawarah internal pedagang.
“Nanti kami akan pindah sendiri. Selama kesepakatan berlangsung, kami masih bisa berjualan di tempat biasa karena yang dibongkar hanya di lokasi yang terkena pengaspalan,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, memastikan polemik rencana pembongkaran lapak dan gazebo pedagang di Pantai Sepanjang sudah selesai. Hal ini terlihat dari kesepakatan dengan pedagang yang meminta waktu hingga 7 Januari 2026 untuk membongkar dan menempati lokasi berjualan baru.
“Sudah ada kesepakatan dengan pedagang sehingga proyek penataan di Pantai Sepanjang bisa berjalan,” katanya.
Menurut dia, penataan akan diawali dengan proses pengaspalan jalan. Total pagu yang disediakan sebesar Rp1,6 miliar untuk mengaspal dengan panjang 500 meter.
“Ini sudah proses dan mudah-mudahan pengaspalan bisa dilakukan secepatnya,” kata Rakhmadian.
Meski sudah tidak ada masalah, ia mengakui tetap akan melibatkan pedagang dalam penataan di Pantai Sepanjang. Rencananya, Senin (10/11/2025) ada pertemuan dengan pedagang untuk membahas lokasi parkir pengunjung.
“Kawasan parkir harus dipetakan, makanya kami libatkan pedagang agar bisa berjalan lancar,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana, mengatakan kegiatan penataan di Pantai Sepanjang sejalan dengan harapan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, yang menginginkan pengunjung bisa melihat pantai. Kondisi ini berkebalikan dengan Pantai Sepanjang yang pantainya tidak terlihat karena tertutup gazebo dan lapak pedagang.
“Harapan dari Ngarso Dalem (Sri Sultan HB X), ketika pengunjung datang bisa melihat laut, bukan lapak berjualan milik pedagang,” katanya.
Menurut dia, untuk penertiban sudah ada koordinasi lintas sektor melibatkan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul. “Selain menata, nantinya juga ada pengaspalan jalan di Pantai Sepanjang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengkaji sterilisasi monyet ekor panjang untuk menekan populasi dan konflik dengan warga setelah program pemberian pakan dinilai kurang efekt
Timnas Indonesia menghadapi Jepang di Piala Asia 2027. Kemenangan berpotensi mendongkrak ranking FIFA dan memperbesar kepercayaan diri Garuda.
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi dan 32 provinsi menyerap 97.000 tenaga kerja lokal dengan daya tampung 122.000 siswa.
Pieter Huistra mengaku telah menganalisis kekuatan dan kelemahan Borneo FC jelang laga PSS Sleman pada pekan ketujuh Super League.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat di utara DIY hingga 29 Oktober 2026. BPBD menyiapkan pemetaan wilayah rawan bencana.
Dinkop UKM DIY menggandeng tour leader untuk meningkatkan kunjungan Teras Malioboro Ketandan melalui insentif, event, dan wisata budaya Pecinan.