Petugas Damkar Gunungkidul Pingsan di Jalan, Dirawat Intensif
Petugas Damkar Gunungkidul pingsan di Alun-Alun Wonosari usai piket malam, kini dirawat intensif dan belum sadarkan diri.
Proses pembangunan kios untuk relokasi pedagang berjualan di kawasan Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tajungsari. Foto diambil Jumat (21/11/2025)/ Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memulai pembangunan 109 kios relokasi pedagang sebagai bagian dari penataan kawasan Pantai Sepanjang.
Tahap ini ditandai dengan dimulainya pembangunan kios-kios baru yang akan dijadikan tempat relokasi bagi para pedagang yang selama ini berjualan di bibir pantai.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Ashari Nurkalis, menyatakan kesiapan instansinya mendukung penuh upaya penataan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul.
“Sesuai tugas pokok dan fungsi, kami bertugas menyelesaikan pembangunan kios untuk tempat relokasi pedagang,” kata Ashari, Minggu (23/11/2025).
Ia menjelaskan, lokasi relokasi pedagang akan dipindahkan dari sisi selatan (bibir pantai) ke sisi utara jalan yang saat ini juga sedang dalam tahap pembangunan. Total ada 109 kios yang didirikan, menyesuaikan dengan jumlah pedagang yang telah terdata di kawasan Pantai Sepanjang.
“Pembangunannya masih berproses dan mudah-mudahan semua dapat berjalan lancar sehingga bisa segera ditempati untuk berjualan,” tambahnya.
Kios-kios yang dibangun memiliki desain sederhana dengan lantai cor rabat dan konstruksi menggunakan kayu, sedangkan atapnya menggunakan asbes.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, menambahkan bahwa Pemkab mengalokasikan dana sebesar Rp400 juta untuk pembangunan kios relokasi pedagang di Pantai Sepanjang. Selain itu, anggaran Rp1,6 miliar juga digelontorkan untuk pengaspalan jalan sepanjang 500 meter di kawasan tersebut.
“Program ini menjadi bagian dari penataan keseluruhan di Pantai Sepanjang,” ujar Rakhmadian.
Pembangunan kios baru ditargetkan selesai pada 23 Desember 2023. Rakhmadian optimistis penyelesaian dapat sesuai target sehingga kios bisa langsung dimanfaatkan oleh para pedagang.
“Sambil menunggu kios baru selesai, kami masih memperbolehkan pedagang berjualan di lokasi lama. Namun, kami memberikan batas waktu hingga 7 Januari 2026. Setelah tanggal itu, semuanya harus sudah pindah ke lokasi jualan yang baru,” tegasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana, menjelaskan bahwa kegiatan penataan ini sejalan dengan harapan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sultan berharap pengunjung dapat menikmati langsung pemandangan pantai, tanpa terhalang bangunan.
“Harapan dari Ngarso Dalem (Sri Sultan HB X), ketika pengunjung datang, mereka bisa melihat laut dan bukan hanya lapak berjualan milik pedagang,” kata Oneng.
Menurut Oneng, kondisi Pantai Sepanjang sebelumnya dinilai berkebalikan karena pemandangan laut tertutup oleh gazebo dan lapak milik pedagang. Ia memastikan proses penertiban melibatkan koordinasi lintas sektor, termasuk DPUPRKP serta Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Damkar Gunungkidul pingsan di Alun-Alun Wonosari usai piket malam, kini dirawat intensif dan belum sadarkan diri.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.