Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Proses pembangunan kios untuk relokasi pedagang berjualan di kawasan Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tajungsari. Foto diambil Jumat (21/11/2025)/ Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memulai pembangunan 109 kios relokasi pedagang sebagai bagian dari penataan kawasan Pantai Sepanjang.
Tahap ini ditandai dengan dimulainya pembangunan kios-kios baru yang akan dijadikan tempat relokasi bagi para pedagang yang selama ini berjualan di bibir pantai.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Ashari Nurkalis, menyatakan kesiapan instansinya mendukung penuh upaya penataan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul.
“Sesuai tugas pokok dan fungsi, kami bertugas menyelesaikan pembangunan kios untuk tempat relokasi pedagang,” kata Ashari, Minggu (23/11/2025).
Ia menjelaskan, lokasi relokasi pedagang akan dipindahkan dari sisi selatan (bibir pantai) ke sisi utara jalan yang saat ini juga sedang dalam tahap pembangunan. Total ada 109 kios yang didirikan, menyesuaikan dengan jumlah pedagang yang telah terdata di kawasan Pantai Sepanjang.
“Pembangunannya masih berproses dan mudah-mudahan semua dapat berjalan lancar sehingga bisa segera ditempati untuk berjualan,” tambahnya.
Kios-kios yang dibangun memiliki desain sederhana dengan lantai cor rabat dan konstruksi menggunakan kayu, sedangkan atapnya menggunakan asbes.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, menambahkan bahwa Pemkab mengalokasikan dana sebesar Rp400 juta untuk pembangunan kios relokasi pedagang di Pantai Sepanjang. Selain itu, anggaran Rp1,6 miliar juga digelontorkan untuk pengaspalan jalan sepanjang 500 meter di kawasan tersebut.
“Program ini menjadi bagian dari penataan keseluruhan di Pantai Sepanjang,” ujar Rakhmadian.
Pembangunan kios baru ditargetkan selesai pada 23 Desember 2023. Rakhmadian optimistis penyelesaian dapat sesuai target sehingga kios bisa langsung dimanfaatkan oleh para pedagang.
“Sambil menunggu kios baru selesai, kami masih memperbolehkan pedagang berjualan di lokasi lama. Namun, kami memberikan batas waktu hingga 7 Januari 2026. Setelah tanggal itu, semuanya harus sudah pindah ke lokasi jualan yang baru,” tegasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana, menjelaskan bahwa kegiatan penataan ini sejalan dengan harapan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sultan berharap pengunjung dapat menikmati langsung pemandangan pantai, tanpa terhalang bangunan.
“Harapan dari Ngarso Dalem (Sri Sultan HB X), ketika pengunjung datang, mereka bisa melihat laut dan bukan hanya lapak berjualan milik pedagang,” kata Oneng.
Menurut Oneng, kondisi Pantai Sepanjang sebelumnya dinilai berkebalikan karena pemandangan laut tertutup oleh gazebo dan lapak milik pedagang. Ia memastikan proses penertiban melibatkan koordinasi lintas sektor, termasuk DPUPRKP serta Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.
Tim Pokemon Unite Indonesia meraih medali perak Asian Games setelah melampaui target awal perunggu dan menembus partai final.
Banjir kembali merendam 13 desa di tujuh kecamatan Aceh Tenggara. Sebanyak 52 KK atau 203 jiwa terdampak.
Borobudur 100 digelar 19-20 Desember 2026 dengan target 1.000 peserta sekaligus menggalang donasi untuk anak cerebral palsy.
RUU APBN 2027 mengatur kewenangan Menteri Keuangan melakukan audit khusus terkait pengembalian kelebihan pembayaran pajak atau restitusi.