Penataan Pantai Sepanjang Butuh Rp16 Miliar, Pemkab Ajukan Danais
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Proses pengukuran jalan untuk pengaspalan di kawasan Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Senin (10/11/2025)/ Foto Istimewa-DPUPRKP Gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mulai menata kawasan Pantai Sepanjang dengan membangun 109 kios baru bagi pedagang dan memperbaiki akses jalan utama.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, mengatakan proses penataan kawasan Pantai Sepanjang telah dimulai. Setelah adanya kesepakatan dengan para pedagang mengenai relokasi, pihaknya langsung melakukan pengukuran untuk pengaspalan jalan yang rusak di kawasan pantai tersebut.
“Hari ini kami melakukan survei untuk menentukan jalan selebar lima meter yang akan diaspal. Total pengaspalan ini memerlukan anggaran Rp1,6 miliar untuk memperbaiki ruas sepanjang 500 meter,” kata Rakhmadian, Senin (10/11/2025).
Menurut dia, penataan kawasan tidak hanya mencakup pengaspalan jalan yang rusak. Rencananya, juga akan dilakukan pemindahan lapak pedagang ke sisi utara jalan agar tidak lagi berjualan di bibir pantai.
Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat 109 pedagang yang beraktivitas di sana. Melalui musyawarah, disepakati seluruh pedagang akan pindah ke tempat relokasi yang telah disediakan.
“Masing-masing pedagang akan mendapatkan tempat berjualan seluas sembilan meter persegi. Sesuai kesepakatan, pedagang diberikan waktu untuk pindah ke lokasi baru hingga 7 Januari 2026,” ujar mantan Panewu Tanjungsari ini.
Guna mempercepat proses relokasi, Rakhmadian mengungkapkan Pemkab telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp400 juta untuk membangun kios bagi para pedagang di Pantai Sepanjang. Proses pembangunan akan segera dimulai dengan target selesai pada akhir tahun.
“Jika kios sudah selesai, para pedagang dapat langsung menempatinya. Saat ini, sambil menunggu tempat berjualan yang baru, pedagang masih diizinkan berjualan di dekat pantai,” katanya.
Terpisah, salah seorang perwakilan pedagang di Pantai Sepanjang, Wahyono, mengaku telah mengetahui rencana Pemkab membangun kios bagi para pedagang. Dalam pertemuan, Pemkab berjanji pembangunan akan selesai paling lambat 23 Desember 2025.
“Kami para pedagang sepakat untuk pindah ke utara jalan sehingga tidak lagi berada di bibir pantai. Selama masa pembangunan, kami masih diizinkan berjualan di lokasi lama,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana, mengatakan kegiatan penataan di Pantai Sepanjang sejalan dengan harapan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, yang menginginkan pengunjung dapat menikmati pemandangan pantai. Kondisi ini berkebalikan dengan Pantai Sepanjang saat ini, di mana pantai tertutup gazebo dan lapak milik pedagang.
“Harapan dari Ngarso Dalem (Sri Sultan HB X), ketika pengunjung datang, mereka bisa melihat laut, bukan lapak berjualan milik pedagang,” katanya.
Menurut dia, penertiban telah dikoordinasikan secara lintas sektor dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul. “Selain penataan, nantinya juga akan dilakukan pengaspalan jalan di Pantai Sepanjang,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ketujuh setelah lolos dari Q1. Maximo Quiles merebut pole position.
Pemkab Temanggung merintis program SMP negeri gratis mulai 2027 dengan bantuan Rp300 ribu per siswa sebagai langkah menuju pendidikan gratis.
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.