Cetak Banyak Gol di MLSC Jogja, Khayla Ingin Tembus Timnas Indonesia
Khayla Labiba Nasjmi mencetak 11 gol di MLSC Yogyakarta 2026. Pemain SDN Baturetno itu bermimpi mengikuti jejak pesepak bola putri ke Timnas.
ilustrasi./dok
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah tokoh mulai bermunculan dalam bursa calon bupati pada Pilkada Sleman. Salah satunya Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) DIY Sugiyanto Harjo Semangun.
Kepada wartawan, Sugiyanto membenarkan ia akan maju dalam Pilkada Sleman yang digelar pada September mendatang. Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan sejumlah partai politik terkait dengan rencananya untuk ikut dalam kompetisi tersebut. Hanya sayangnya dia masih enggan menyebut parpol mana saja yang sudah ia ajak berkomunikasi.
Warga Dusun Pokoh, Banyurejo, Tempel ini mengaku keinginan untuk maju dalam bursa lebih didorong oleh sejumlah tokoh masyarakat. Sebagai putra daerah asli Sleman, ia terpanggil untuk ikut memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat. "Sleman memiliki banyak sumber daya strategis dan potensi ekonomi lokal yang perlu ditingkatkan. Saya terdorong ikut Pilkada ini demi menyejahterakan warga Sleman," katanya, Kamis (6/2/2020).
Menurut Sugiyanto, banyak sektor penting yang harus dioptimalkan agar kondisi masyarakat Sleman saat ini jauh lebih baik. Selain sektor pendidikan dan kebudayaan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, potensi yang masih bisa dikembangkan adalah sektor pertanian dan peternakan berbasis agroindustri. "Selain itu, industri kerajinan rumah tangga dan UMKM masih juga perlu dioptimalkan," katanya.
Keinginannya untuk mengoptimalkan potensi yang ada di Sleman didasarkan pada Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip) Sleman pada 2018. Meskipun pertumbuhan ekonomi Sleman cukup tinggi dibandingkan daerah lain yakni 5,35% namun masih di Sleman ketimpangan (indeks rasio gini) juga tergolong tinggi sebesar 0.41. Tingkat kemiskinan juga tinggi, sekitar 8,77%. "Tentu saja perlu pendekatan collaborative and dynamic governance dalam mengembangkan Sleman menjadi lebih mandiri dan sejahtera ke depan," katanya.
Bupati Sleman mendatang, katanya, wajib belajar mengelola perbedaan pendapat karena faksionalitas yang tidak mungkin terhindarkan. Termasuk memiliki kemampuan publik speaking yang baik dan jauh dari kepentingan pribadi dan kelompok. "Selain itu tentu harus menguasai tata negara, ilmu pemerintahan, keuangan negara, geo-politik, geo-ekonomi, dan geo-strategi, filsafat politik, sejarah, hukum, sosiologi, psikologi massa hingga agama dan kebudayaan," ujar kandidat doktor Program Studi Magister dan Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Universitas Gadjah Mada (MDKIK UGM).
Terpisah Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan KPU baru menerima dua pasangan calon perseorangan yang menyerahkan mandat. Keduanya, masing-masing pasangan Wajiman dan Sindu Kurniawan dan juga pasangan Haris Nugroho dan Imam Heru Purnomo. "Kami baru menerima dua penyerahan surat mandat dari dua penghubung pasangan tersebut. Lainnya belum ada penambahan," katanya, Kamis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Khayla Labiba Nasjmi mencetak 11 gol di MLSC Yogyakarta 2026. Pemain SDN Baturetno itu bermimpi mengikuti jejak pesepak bola putri ke Timnas.
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.
Kemkomdigi menilai notifikasi masa aktif belum cukup melindungi nilai ekonomi sisa kuota internet pelanggan sesuai amanat putusan MK.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 4 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Polri menjelaskan alasan mutasi 88 pati dan pamen setelah Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri sebagai bagian dari percepatan organisasi.