Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI). /Solopos- Nicolous Irawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Gunungkidul mengimbau kepada calon tenaga kerja yang ingin bekerja ke luar negeri untuk melalui jalur resmi. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tak tidak diinginkan serta mempermudah pengawasan.
Kepala Bidang Ketenagakerjaan Disnakertrans Gunungkidul, Ahsan Jihadan, mengatakan setiap tahun ada laporan terkait dengan data penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Gunungkidul yang berangkat kerja ke luar negeri. Sebagai contoh tahun lalu ada 131 pekerja yang diberangkatkan ke luar negeri. “Ada tujuan ke luar negeri dan yang tercatat merupakan yang berangkat melalui jalur resmi,” kata Ahsan kepada wartawan, Senin (10/2/2020).
Dia menjelaskan salah satu yang mendasari untuk bekerja di luar negeri yakni agar mendapatkan penghasilan yang baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan. Meski demikian, tujuan kerja di luar negeri bukan tanpa risiko. Pasalnya, jika salah melangkah malah bisa masuk dan menjadi korban perdagangan manusia.
Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, calon tenaga kerja harus mengurus melalui jalur resmi. “Jangan lewat jalur ilegal karena akan berbahaya,” katanya.
Menurut dia, pemberangkatan melalui jalur resmi memiliki banyak manfaat, salah satunya mempermudah pengawasan sehingga kepastian dan keamanan saat bekerja lebih terjamin. Ahsan mencontohkan ada TKI asal Kecamatan Saptosari yang meninggal dunia saat bekerja di Malaysia. Saat itu Disnakertrans ikut mengurus kepulangan hingga menyelesaikan segala urusan yang berkaitan dengan gaji selama bekerja. “Kalau ada masalah kami bisa membantu menelusuri dan menyelesaikannya. Tapi kalau lewat jalur ilegal kami kesulitan untuk membantu saat terjadi masalah,” katanya.
Kepala Disnakertrans Gunungkidul, Purnamajaya, menyatakan hampir setiap tahun ada pengiriman TKI ke luar negeri. Dari sisi tujuan, Malaysia menjadi favorit bagi calon TKI asal Gunungkidul.
Sebagai contoh, kata Purnama, tahun lalu ada 131 TKI yang dikirimkan ke luar negeri. Jumlah pekerja yang berangkat ke Malaysia sebanyak 123 pekerja. “Sisanya ke Thailand, Amerika Serikat dan Italia,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Jadwal pemadaman listrik Jogja hari ini Kamis 21 Mei 2026 terjadi di Gejayan, Bantul, Gunungkidul, dan Sedayu akibat pemeliharaan PLN.
SIM keliling Sleman 21 Mei 2026 hadir di Polsek Cangkringan dan MPP, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Kebakaran Kantor Bupati Bulungan di Kaltara menyebabkan petugas damkar terluka terkena pecahan kaca saat proses pemadaman berlangsung.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Balai Kalurahan Siraman, Wonosari. Cek jadwal lengkap SIMMADE, SIMPITU, dan SIM Station.
Prakiraan cuaca DIY hari ini Kamis 21 Mei 2026, Kota Jogja, Sleman, dan Bantul berpotensi diguyur hujan petir.