Trump Tolak Tawaran Iran, Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak
Harga minyak dunia melonjak setelah Trump menolak tawaran damai Iran. Brent naik ke US$106,31 dan WTI US$93,62 per barel.
Pencemaran di Sungai Ngrancah Kulonprogo./Detikcom-Sayoto Ashwan
Harianjogja.com, KULONPROGO - Ikan di Sungai Ngrancah di Kulonprogo tiba-tiba mati mengambang. Air sungai tersebut juga berwarna keruh dan mengeluarkan bau menyengat.
Banyaknya ikan yang mengambang diketahui warga sejak pagi tadi. Sejak pagi banyak warga yang mendatangi sungai yang berada di dekat Waduk Sermo, di Kapanewon Kokap, Kulonprogo itu.
Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (12/2/2020) siang, air sungai Ngrancah berwarna keruh kelabu dan berbau seperti tawas menusuk hidung. Sedangkan pada pagi hari tadi, air sungai itu tampak berwarna pekat dan banyak ikan-ikan kecil yang mengambang.
"Sejak pagi beredar kabar banyak ikan mati, saya langsung ke sini untuk menangkap ikan," kata salah seorang warga Ari Wibowo, saat ditemui di lokasi, Rabu (12/2/2020).
Ari dan warga lainnya datang untuk menangkap ikan menggunakan seser (alat penangkap ikan). Banyak yang mengayunkan sesernya dan langsung mendapat ikan dari permukaan sungai, sementara untuk ikan-ikan kecil kembali dilepas. "Nanti untuk dikonsumsi, asal nanti bersih, pasti aman," ujarnya.
Untuk diketahui aliran Sungai Ngrancah ini memiliki debit air yang kecil. Air sungai ini menjadi lokasi pembuangan air dari Waduk Sermo dan juga dari pengolahan air milik PDAM Kulonprogo.
Terkait matinya ikan di sungai ini, PDAM Tirta Binangun Kulonprogo turun tangan untuk melakukan pemeriksaan. Direktur PDAM Kulonprogo, Jumantoro, menduga matinya ikan ini berasal dari kebocoran bak penampungan poly alumunium chloride (PAC) atau biasa dikenal dengan tawas. Bahan ini biasa dipakai untuk menjernihkan air PDAM dari pengolahan air bersih yang ada di Waduk Sermo.
"Kemungkinan ada kebocoran PAC dan masuk ke saluran pembungan hingga mencemari sungai," tutur Jumantoro saat meninjau ke lokasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : detik.com
Harga minyak dunia melonjak setelah Trump menolak tawaran damai Iran. Brent naik ke US$106,31 dan WTI US$93,62 per barel.
WJNC kembali digelar pada Oktober 2026. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung sekaligus mendorong lama tinggal wisatawan.
JABFEST 2026 digelar 30 September-12 Oktober di The Ratan dengan menghadirkan Alissa Wahid, Martin Suryajaya hingga Saut Situmorang.
KPK menemukan sejumlah ATM dan rekening yang diduga digunakan untuk menampung setoran di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.