Sekolah Dukung Polisi Razia Motor Pelajar SMP

Ilustrasi razia motor - Harian Jogja/Uli Febriarni
11 Februari 2020 21:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko menyatakan setuju razia kendaraan sampai ke sekolah-sekolah untuk meminimalisir penggunaan sepeda motor bagi siswa yang belum cukup umur untuk mengendarai motor, terutama siswa sekolah menengah pertama (SMP).

“Kalau saya sangat setuju [razia ke sekolah-sekolah] agar anak-anak SMP tidak ada yang pakai motor sendiri. Hal ini sangat membahayakan bagi diri sendiri dan orang lain,” kata Isdarmoko, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (11/2/2020).

Isdarmoko mengatakan sejauh ini pihaknya sudah berupaya mengurangi penggunaan sepeda motor bagi siswa yang masih dibawah usia 17 tahun, melalui sosialisasi ke orang tua siswa dan kepala sekolah. Sekolah-sekolah juga sudah diminta untuk membuat tata tertib atau aturan tertulis soal larangan siswa membawa motor sendiri ke sekolah.

“Mestinya tata tertib yang sudah ditetapkan kemudian disertai penegakan, dengan berbagai tindakan misalnya razia, pemberian sanksi, dan lain-lain,” ujar Isdarmoko. Selain itu pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian untuk memberikan siosialisasi keselamatan dalam berlalu lintas.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bantul, AKP Cerryn Nova Madang Putri mengatakan sosialisasi dan imbauan sudah sering kali dilakukan di sekolah-sekolah. Bahkan pekan ini sosialisasi dilakukan di 17 SMP dan 17 SMA secara serentak, “Sosialisasi melalui pembina upacara agar yang belum cukup umur tidak menggunakan kendaraan, jika berboncengan mengenakan helm,” kata dia.

Selain itu melalui anggota polisi yang berjaga setiap pagi di depan sekolah juga kerap mengingatkan siswa dan orang tua siswa agar anak dibawah 17 tahun tidak mengendari kendaraan sendiri melainkan diantar.