Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Ilustrasi konflik/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN - Jelang penyelenggaraan pemilihan kepala desa (Pilkades) Kabupaten Sleman 2020, Kepolisian Resor (Polres) Sleman melakukan pemetaan daerah rawan konflik. Dua kecamatan yakni Gamping dan Depok menjadi daerah rawan konflik saat pilkades yang menggunakan sistem e-voting itu.
Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah mengaku sudah menyiapkan jajarannya untuk ditugaskan mengamankan dua wilayah tersebut. "Dari 49 desa mungkin sejauh ini hanya dua wilayah tersebut [Gamping dan Sleman] yang masuk daerah rawan. Lainnya tidak, karena calon dari luar dua wilayah tersebut rata-rata incumbent atau petahana," ujar Kapolres Sleman, Senin (17/2/2020).
"Pengamanan seperti biasa, dari 49 desa nanti akan kami klasifikasikan sesuai dengan tingkat kerawanannya. Kami akan kerahkan personel sesuai dengan tingkatan tersebut, mulai dari aman, rawan, atau sedang, nanti kita sesuaikan," lanjut dia.
Menurutnya, pelaksanaan pilkades secara e-voting maupun konvensional tetap berpotensi menimbulkan konflik. "Pasti ada kerawanan, karena walaupun sekarang sudah bergantung dengan sistem teknologi informasi, pasti saja ada kelemahannya, kita saja nyoblos dengan sistem konvensional masih saja ada masalah, apalagi dengan sistem e-voting seperti ini, kebetulan ini juga pertama kali di Sleman," terangnya.
Jajaran Polres Sleman, lanjut Rizky, sudah melakukan upaya analisis terhadap potensi konflik atau kerawanan yang akan terjadi dalam Pilkades Sleman 2020. "Mudah-mudahan tidak terjadi apa apa, kita akan berupaya untuk meminimalisirnya. Kita sama-sama tidak tahu karena pemilihan secara e-voting baru pertama kali di Sleman," terangnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Aparatur Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sleman Agung Endarto menjelaskan dalam penyelenggaraan agenda Pilkades 2020 ini pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan instansi lain.
"Kami menggandeng kepolisian dalam hal ini Polres Sleman, Komando Distrik Militer [Kodim] Sleman, Satpol-PP, dan Kesbangpol, kami hanya mengantisipasi, nanti kalau terjadi sesuatu (konflik) nanti ranahnya ada di pihak kepolisian, kami terus meningkatkan koordinasi," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Wajah bengkak dan sembap bisa jadi tanda stres kronis. Simak penjelasan dokter dan dampaknya bagi kesehatan tubuh dan mental.
Jepang umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Yuto Nagatomo kembali, sementara Mitoma dan Minamino absen karena cedera.
Gerindra sidang anggota DPRD Jember yang viral merokok dan main gim saat rapat stunting. Publik menunggu sanksi dari majelis kehormatan.
Relokasi SDN Nglarang Sleman mulai bergerak. Pembangunan gedung baru ditargetkan mulai Mei 2026 akibat proyek Tol Jogja-Solo.