Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Bupati Sleman melantik lima Pejabat Tinggi Pramata, Selasa (7/1/2020). /Ist-dok
Harianjogja.com, SLEMAN- Sebanyak lima Pejabat Tinggi Pramata menduduki posisi baru. Pergeseran pejabat tersebut dilakukan salah satunya untuk menyiapkan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) dengan cara e-voting.
Kelima pejabat yang mengisi jabatan baru meliputi, Inspektur Inspektorat Sleman Budiharjo. Mantan Camat Depok ini dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang sebelumnya diisi oleh Priyo Handoyo.
Adapun Priyo, yang sebelumnya banyak melakukan pembinaan dan pemberdayaan di desa-desa, mendapatkan jabatan baru sebagai Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman.
Sri Wantini, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman mendapatkan jabatan baru sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman Hery Dwikuryanto dilantik sebagai Inspektur Inspektorat Sleman menggantikan Budiharjo.
Sementara Kepala Satpol PP Sleman Hery Sutopo saat ini menduduki jabatan barunya sebagai Kepala Kesbangpol Sleman. Praktis, jabatan tinggi pratama yang kosong saat ini adalah Disdik dan juga Kepala Satpol PP Sleman.
Dalam sambutannya Bupati Sleman Sri Purnomo berharap pelantikan tersebut adalah salah satu upaya pencapaian visi Sleman dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera, berbudaya dan membangun Sleman Smart Regency di 2021.
"Oleh karenanya, saya tegaskan bagi saudara yang mendapat promosi jabatan tidak terjebak pada euforia namun segera menyusun program kerja untuk meningkatkan kualitas kinerja di instansinya,” katanya saat melantik Pejabat Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di Pendopo Parasamya, Komplek Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (7/1/2020).
Khusus Kepala Dinas PMD, Sri berharap agar Budihardjo bisa segera menyiapkan pelaksanaan suksesi Pemilihan Kepala Desa yang akan dilaksanakan pada Maret 2020. Pasalnya, Pilkades serentak tahun ini mulai menggunakan sistem e-voting yang nantinya akan digunakan dalam pelaksanaan Pilkada September 2020 ini.
"Ini tentu membutuhkan persiapan yang matang. Bagaimana e-voting bisa berjalan dengan baik. Sosialisasi perlu terus digelar kepada para pemilih," katanya.
Dia berharap agar para PNS juga tetap menjaga netralitasnya dalam pelaksanaan Pilkada. Sri juga berharap agar masyarakat juga menyiapkan pilihan terbaik untuk memilih pemimpinnya dalam lima tahun ke depan. "Sebab mereka akan menjadi pimpinan mereka setelah dilantik," katanya.
Terkait rekrutmen CPNS Sleman, Sri juga berharap Kepala BKPP yang baru agar mampu mendapatkan mendapatkan SDM yang berkualitas. "BKPP harus mampu meningkatkan kualitas PNS Sleman melalui pendidikan, pelatihan, dan juga diklat-diklat yang dapat meningkatkan kapasitas PNS di Sleman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DPMD Budihardjo mengaku siap untuk melaksanakan tugas barunya. Terutama untuk menyukseskan pelaksanaan Pilkades secara evoting. "Sesuai arahan bupati, pelaksanaan Pilkades secara evoting di 49 desa harus berjalan dengan baik dan sukses. Ini harus kita siapkan dengan baik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Polisi menembak kaki pelaku pemerkosaan dan penyekapan wanita asal Kalimantan Utara di Makassar saat mencoba melawan ketika ditangkap.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Madura United di laga kandang terakhir. Van Gastel memuji permainan dominan timnya di babak pertama.
Bali United menang telak 4-1 atas Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-33 Super League 2025/2026 di Stadion Dipta.
Manchester United memastikan finis posisi ketiga Liga Inggris 2025/26 setelah menang dramatis 3-2 atas Nottingham Forest di Old Trafford.
Polresta Sleman menegaskan kasus viral Shinta Komala terdiri atas dua perkara berbeda, yakni dugaan penggelapan dan aduan etik polisi.