Viral Mobil Pelat Merah Halangi Ambulans di Demakijo, Ini Klarifikasi Pemkab Sleman
Video mobil pelat merah diduga menghalangi ambulans di Demakijo Sleman viral. Pemkab Sleman memastikan kendaraan tersebut bukan aset pemerintah daerah.
Bupati Sleman melantik lima Pejabat Tinggi Pramata, Selasa (7/1/2020). /Ist-dok
Harianjogja.com, SLEMAN- Sebanyak lima Pejabat Tinggi Pramata menduduki posisi baru. Pergeseran pejabat tersebut dilakukan salah satunya untuk menyiapkan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) dengan cara e-voting.
Kelima pejabat yang mengisi jabatan baru meliputi, Inspektur Inspektorat Sleman Budiharjo. Mantan Camat Depok ini dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang sebelumnya diisi oleh Priyo Handoyo.
Adapun Priyo, yang sebelumnya banyak melakukan pembinaan dan pemberdayaan di desa-desa, mendapatkan jabatan baru sebagai Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman.
Sri Wantini, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman mendapatkan jabatan baru sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman Hery Dwikuryanto dilantik sebagai Inspektur Inspektorat Sleman menggantikan Budiharjo.
Sementara Kepala Satpol PP Sleman Hery Sutopo saat ini menduduki jabatan barunya sebagai Kepala Kesbangpol Sleman. Praktis, jabatan tinggi pratama yang kosong saat ini adalah Disdik dan juga Kepala Satpol PP Sleman.
Dalam sambutannya Bupati Sleman Sri Purnomo berharap pelantikan tersebut adalah salah satu upaya pencapaian visi Sleman dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera, berbudaya dan membangun Sleman Smart Regency di 2021.
"Oleh karenanya, saya tegaskan bagi saudara yang mendapat promosi jabatan tidak terjebak pada euforia namun segera menyusun program kerja untuk meningkatkan kualitas kinerja di instansinya,” katanya saat melantik Pejabat Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di Pendopo Parasamya, Komplek Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (7/1/2020).
Khusus Kepala Dinas PMD, Sri berharap agar Budihardjo bisa segera menyiapkan pelaksanaan suksesi Pemilihan Kepala Desa yang akan dilaksanakan pada Maret 2020. Pasalnya, Pilkades serentak tahun ini mulai menggunakan sistem e-voting yang nantinya akan digunakan dalam pelaksanaan Pilkada September 2020 ini.
"Ini tentu membutuhkan persiapan yang matang. Bagaimana e-voting bisa berjalan dengan baik. Sosialisasi perlu terus digelar kepada para pemilih," katanya.
Dia berharap agar para PNS juga tetap menjaga netralitasnya dalam pelaksanaan Pilkada. Sri juga berharap agar masyarakat juga menyiapkan pilihan terbaik untuk memilih pemimpinnya dalam lima tahun ke depan. "Sebab mereka akan menjadi pimpinan mereka setelah dilantik," katanya.
Terkait rekrutmen CPNS Sleman, Sri juga berharap Kepala BKPP yang baru agar mampu mendapatkan mendapatkan SDM yang berkualitas. "BKPP harus mampu meningkatkan kualitas PNS Sleman melalui pendidikan, pelatihan, dan juga diklat-diklat yang dapat meningkatkan kapasitas PNS di Sleman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DPMD Budihardjo mengaku siap untuk melaksanakan tugas barunya. Terutama untuk menyukseskan pelaksanaan Pilkades secara evoting. "Sesuai arahan bupati, pelaksanaan Pilkades secara evoting di 49 desa harus berjalan dengan baik dan sukses. Ini harus kita siapkan dengan baik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video mobil pelat merah diduga menghalangi ambulans di Demakijo Sleman viral. Pemkab Sleman memastikan kendaraan tersebut bukan aset pemerintah daerah.
Sejak diresmikan tahun lalu, Griya Batik Jogja mulai disiapkan sebagai ruang edukasi sekaligus promosi batik Jogja
September 2026 tidak memiliki tanggal merah dari libur nasional dan cuti bersama. Simak daftar hari Minggu dan tanggal penting sepanjang September.
Pendaftaran KIP Kuliah 2026 masih dibuka hingga 31 Oktober. Cek syarat, jadwal, bantuan biaya hidup, dan cara daftar KIP Kuliah terbaru.
Java United menjual tiket laga kandang Super League 2026/2027 mulai Rp15.000. Harga ini memecahkan rekor tiket termurah yang sebelumnya dipegang Persik.
DPRD Gunungkidul meminta Pemkab mendata ulang aset daerah untuk mencegah bangunan mangkrak dan mengoptimalkan potensi PAD.