Angka Partisipasi Pilkades Sleman Didorong Capai 90%

Ilustrasi staf desa. - Harian Jogja
30 Januari 2020 20:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Angka partisipasi dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sleman pada Maret mendatang diharapkan bisa mencapai 90% dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT).

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sleman Ani Martanti menilai rerata calon pemilih sudah paham dan siap dalam melaksanakan pilkades yang kali ini digelar dengan sistem voting elektronik (voting-el) tersebut.

Begitu pula dengan pihak penyelenggara yang dalam hal ini adalah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sleman juga ia nilai sudah memepersiapkan segala sesuatunya dengan baik, khususnya terkait dengan sarana dan prasarana. “Dari hasil sosialisasi yang sudah kami lakukan, tingkat pemahaman masyarakat dalam pilkades terbilang cukup baik. Mereka juga menganggap pilkades kali ini lebih mudah daripada Pemilu 2019," kata Ani, Kamis (30/1/2020).

Sayangnya, imbuh dia, saat menggelar sosialisasi dan sidak beberapa waktu lalu di Kecamatan Cangkringan, jumlah warga yang hadir kurang dari 60% jumlah pemilih yang masuk dalam DPT. “Entah karena waktu sosialisasi yang berbarengan dengan jam kerja dan masyarakat masih banyak yang berada di ladang. Tetapi hal inilah yang kami khawatirkan [terkait dengan partisipasi pemilih]," ucap politikus dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Sleman itu.

Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Aparatur Desa Dinas PMD Sleman Agung Endarto mengaku di awal tahun ini dinasnya sudah menyosialisasi masyarakat di 192 dusun yang ada di Sleman. Dia pun optimistis target angka partisipasi pilkades yang mencapai 90% bisa tercapai. "Sehari sebelum pelaksanaan Pilkades, kami [Dinas PMD] akan menyimulasi terlebih dahulu. Ini untuk melihat kesiapan terkait dengan pelaksanaan kegiatan tersebut [pilkades bersistem voting-el]," ucap dia.

Selain itu, imbuh Agung, dinasnya juga sudah menyiapkan anggaran cadangan bagi desa yang membutuhkan sosialisasi tambahan. "Anggaran kami cukup untuk sekitar 10 titik. Apabila ada yang membutuhkan sosialisasi tambahan, bisa langsung menghubungi Dinas PMD," katanya.