Pantai Samas Bantul Akan Disulap Jadi Kota Modern untuk Wisata Internasional, Warga Dilarang Bangun Apa Pun

Pantai Samas - Harian Jogja/Arief Junianto
30 Januari 2020 18:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTULPantai Samas akan disulap menjadi kawasan wisata internasional. Namun, Dinas Pariwisata Bantul belum bisa melanjutkan penataan Samas yang sudah dimulai sejak dua tahun lalu karena izin penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata sampai sekarang belum keluar.

“Sambil menunggu program KEK Pariwisata apakah tahun ini bisa diklirkan apa belum, kami terus sosialisasikan kepada masyarakat dan antisipasi yang harus dilakukan setelah ada KEK,” kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, saat ditemui seusai Rapat Koordinasi Evaluasi Kinerja Program Penanggulangan Kemiskinan di Parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Kamis (30/1).

Kwintarto mengatakan meski legalitas KEK Pariwisata belum ada, masyarakat harus bersiap diri karena kawasan Samas akan menjadi pusat pengembangan pariwisata sebagai Parangtritis II. Sepanjang Samas-Pandansimo bakal dilalui banyak wisatawan mancanegara karena menjadi perlintasan utama jalur jalan lintas selatan (JJLS).

Dengan demikian, kata dia, standar pelayanan, suguhan atraksi, akses, hingga fasilitas sekitar kawasan tersebut juga harus berstandar internasional.

“Itu yang harus dipahami oleh masyarakat. Kami awal tahun ini fokus membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat bagaimana dan apa yang harus dilakukan ketika sudah menjadi KEK Pariwisata,” ucap Kwintarto.

Ia menegaskan proses penataan Samas tidak berhenti, tetapi tetap berjalan sambil menunggu legalitas KEK Pariwisata yang diperkirakan keluar tahun ini. Menurut Kwintarto, kawasan Samas kelak menjadi Parangtritis II yang lebih menonjolkan kota modern dengan pembangunan pusat perdagangan dan jasa. Sementara Parangtritis 1 di bagian timur Sungai Opak menjadi ciri khas yang mempertahankan kawasan tradisional sehingga nantinya di Parangtritis I tidak ada bangunan hotel dan bangunan bertingkat.

Parangtritis I dan Parangtritis II tersebut menjadi satu kawasan dalam pengembangan KEK Pariwisata. Meski penataan Parangtritis II ini masih nunggu izin KEK, gambaran anggaran diakui Kwintarto sudah ada. Menut dia, dalam gambaran awal desain engineering detail (DED) pengembangan Parangtritis II membutuhkan anggaran sekitar Rp43 miliar.

Dana itu, kata dia, khusus untuk penataan Samas dan belum termasuk pantai-pantai ke bagian barat sampai Pandansimo. Anggaran itu juga belum termasuk dengan pembangunan jalan alternatif wisata Samas-Cangkring yang bisa mencapai lebih dari Rp100 miliar. Saat ini, dia meminta masyarakat tidak membangun apapun terlebih dahulu di kawasan Samas karena bisa berbeda dengan desain KEK Pariwisata.

“Khawatir terjadi kegiatan yang tak sesuai dikemudian hari ketika penataan KEK Pariwisata sehingga tidak ada penataan ulang, mindhon gaweni [membuat pekerjaan sia-sia karena harus diulang] bahasa jawanya,” ujar Kwintarto.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis, sebelumnya mengatakan saat ini pihaknya juga menahan keinginan investor untuk membangun sejumlah fasilitas pendukung wisata di kawasan Samas dan sekitarnya. Penundaan tersebut karena khawatir tidak sesuai dengan desain KEK Pariwisata.