6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Ilustrasi/Antara-Hafiyan Perdana Putra
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman tahun ini menyiapkan dokumen izin penetapan lokasi (IPL) untuk jalan baru dari Sleman ke Gunungkidul. Jalan yang akan terkoneksi Tol Jogja-Solo tersebut akan menjadi alternatif bagi masyarakat menuju wilayah Gunungkidul di luar jalur utama Jogja-Wonosari.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Sleman Muhammad Sugandi mengatakan dokumen perencanaan jalan penghubung Sleman dengan Gunungkidul sudah selesai dibuat. “Tahun ini, kami akan buat izin penetapan lokasi jalan tersebut,” katanya kepada Harian Jogja, Kamis (16/1).
Selanjutnya, pengadaan tanah akan dilakukan pada 2021 sampai dengan 2022.
Awalnya, kata Sugandi, IPL jalan alternatif tesebut dijadwalkan selesai tahun lalu. Namun, rencana pengadaan tanah yang awalnya dilakukan tahun ini urung dilakukan. “Tetapi tidak apa-apa karena IPL berlaku dua tahun. Kalau tahun ini IPL selesai, rencana pengadaan tanah bisa dilakukan tahun depan,” katanya.
Sosialisasi rencana pembangunan jalan baru tersebut sudah disampaikan kepada warga di lima desa yang terdampak saat penyusunan dokumen perencanaan pengadaan tanah. Jalan baru tersebut akan melewati lima desa, yakni Bokoharjo, Sambirejo, Wukirharjo, Gayamharjo, dan Sumberharjo.
Jalan tersebut menurut rencana membentang sepanjang kurang lebih 9,1 kilometer dengan lebar 13 meter. Pembangunan jalan tidak hanya berdampak pada tanah Sultan Grond tetapi juga tanah kas desa dan tanah hak milik warga. Dana pembuatan IPL ini menggunakan dana keistimewaan sebesar Rp700 juta.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Sleman Kunto Riyadi mengatakan jalan baru tersebut dibangun di Prambanan, mulai dari Bokoharjo hingga jembatan Lemahabang. Jalan itu akanmenjadi jalan alternatif menuju Gunungkidul. Dari jembatan Lemahabang warga bisa menuju ke Ngelangeran tanpa harus melewati jalur utama jalan Wonosari-Jogja.
“Jalan baru ini juga terkoneksi jalan tol yang exit toll-nya berada di wilayah Bokoharjo, Prambanan. Nanti dari exit toll, orang mau ke Wonosari bisa langsung nyambung dengan jalan baru itu,” katanya.
Jalan tersebut juga akan membuka wisata di Prambanan. Menurutnya, ada sekitar 27 spot wisata alam di wilayah Prambanan yang akan makin mudah dijangkai. “Dana pembebasan lahannya menggunakan dana provinsi karena itu termasuk jalan provinsi,” katanya.
Jalan baru ini merupakan kelanjutan jalan yang dibangun oleh Pemda DIY pada 2018 lalu. Jalur tersebut juga menjadi alternatif bagi wisatawan yang selama ini hanya mengakses jalan Wonosari-Jogja untuk naik ke Gunungkidul. “Jadi dengan akses jalan seperti ini akan mengurai kemacetan di jalur bokong semar [di bawah Bukit Bintang]. Pembangunan fisiknya akan dilakukan tahun depan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.
Perpres Ojol segera terbit. Tarif angkutan orang akan diatur Kemenhub, sedangkan tarif barang dan makanan menjadi kewenangan Komdigi.