Taru Martani Bantah Tak Terapkan SUSU, Ini Hasil Pemeriksaan Disnakertrans DIY
PT Taru Martani membantah tak menerapkan SUSU. Manajemen menyebut pemeriksaan Disnakertrans DIY tak menemukan pelanggaran norma ketenagakerjaan.
Ilustrasi/Antara-Hafiyan Perdana Putra
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman tahun ini menyiapkan dokumen izin penetapan lokasi (IPL) untuk jalan baru dari Sleman ke Gunungkidul. Jalan yang akan terkoneksi Tol Jogja-Solo tersebut akan menjadi alternatif bagi masyarakat menuju wilayah Gunungkidul di luar jalur utama Jogja-Wonosari.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Sleman Muhammad Sugandi mengatakan dokumen perencanaan jalan penghubung Sleman dengan Gunungkidul sudah selesai dibuat. “Tahun ini, kami akan buat izin penetapan lokasi jalan tersebut,” katanya kepada Harian Jogja, Kamis (16/1).
Selanjutnya, pengadaan tanah akan dilakukan pada 2021 sampai dengan 2022.
Awalnya, kata Sugandi, IPL jalan alternatif tesebut dijadwalkan selesai tahun lalu. Namun, rencana pengadaan tanah yang awalnya dilakukan tahun ini urung dilakukan. “Tetapi tidak apa-apa karena IPL berlaku dua tahun. Kalau tahun ini IPL selesai, rencana pengadaan tanah bisa dilakukan tahun depan,” katanya.
Sosialisasi rencana pembangunan jalan baru tersebut sudah disampaikan kepada warga di lima desa yang terdampak saat penyusunan dokumen perencanaan pengadaan tanah. Jalan baru tersebut akan melewati lima desa, yakni Bokoharjo, Sambirejo, Wukirharjo, Gayamharjo, dan Sumberharjo.
Jalan tersebut menurut rencana membentang sepanjang kurang lebih 9,1 kilometer dengan lebar 13 meter. Pembangunan jalan tidak hanya berdampak pada tanah Sultan Grond tetapi juga tanah kas desa dan tanah hak milik warga. Dana pembuatan IPL ini menggunakan dana keistimewaan sebesar Rp700 juta.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Sleman Kunto Riyadi mengatakan jalan baru tersebut dibangun di Prambanan, mulai dari Bokoharjo hingga jembatan Lemahabang. Jalan itu akanmenjadi jalan alternatif menuju Gunungkidul. Dari jembatan Lemahabang warga bisa menuju ke Ngelangeran tanpa harus melewati jalur utama jalan Wonosari-Jogja.
“Jalan baru ini juga terkoneksi jalan tol yang exit toll-nya berada di wilayah Bokoharjo, Prambanan. Nanti dari exit toll, orang mau ke Wonosari bisa langsung nyambung dengan jalan baru itu,” katanya.
Jalan tersebut juga akan membuka wisata di Prambanan. Menurutnya, ada sekitar 27 spot wisata alam di wilayah Prambanan yang akan makin mudah dijangkai. “Dana pembebasan lahannya menggunakan dana provinsi karena itu termasuk jalan provinsi,” katanya.
Jalan baru ini merupakan kelanjutan jalan yang dibangun oleh Pemda DIY pada 2018 lalu. Jalur tersebut juga menjadi alternatif bagi wisatawan yang selama ini hanya mengakses jalan Wonosari-Jogja untuk naik ke Gunungkidul. “Jadi dengan akses jalan seperti ini akan mengurai kemacetan di jalur bokong semar [di bawah Bukit Bintang]. Pembangunan fisiknya akan dilakukan tahun depan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Taru Martani membantah tak menerapkan SUSU. Manajemen menyebut pemeriksaan Disnakertrans DIY tak menemukan pelanggaran norma ketenagakerjaan.
Harga iPhone 15 dan 16 turun Rp1,5 juta per Oktober 2026. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan kabar iPhone 18 di Indonesia.
Markas permanen Kodam XXVI/Mataram dipastikan dibangun di Godean, Sleman, sementara kantor Korem 072/Pamungkas menjadi markas sementara.
Pemerintah menargetkan investasi hilirisasi Rp3.800 triliun dalam empat tahun untuk 28 komoditas di delapan sektor.
Arab Saudi mengecam serangan Houthi terhadap fasilitas sipil dan situs suci serta menegaskan hak membela wilayah dan kedaulatan.
PIHPS mencatat harga cabai rawit merah Rp114.000 per kg dan telur ayam ras Rp31.550 per kg pada 6 Oktober 2026.