Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Paguyuban Bank Sampah DIY memberikan pelatihan singkat kepada para pengunjung Selasa Wagen pedestrian Malioboro, Jogja, Selasa (18/2/2020)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada Jumat (21/2/2020) mendatang, Paguyuban Bank Sampah DIY mengajak masyarakat Jogja untuk mengelola sampahnya. Salah satunya adalah dengan menggelar pelatihan 50 jenis pengolahan sampah di Malioboro saat digelarnya Selasa Wagen, Selasa (18/2/2020).
Pada momen tersebut, di sepanjang pelataran toko mulai dari depan Batik Margaria ke utara sampai simpang Pajeksan sejumlah kelompok bank sampah sibuk mempraktikkan pengolahan sampah menjadi bermacam kerajinan. Para pengunjung Malioboro pun banyak berkerumun melihat bagaimana proses pembuatan kerajinan.
Ketua Paguyuban Bank Sampah DIY, Istiaji, menjelaskan dalam kegiatan ini ada 50 jenis pelatihan pengolahan sampah baik organik maupun anorganik. "Yang organik seperti pembuatan pupuk, pelet. Kemudian yang anorganik ada tas, dompet, sandal, kalung, ecobrick dan lainnya," ujarnya.
Dia mengajak masyarakat mulai lebih peduli pada sampahnya dan melakukan pengelolaan sampah mandiri atau melalui bank sampah. Pengelolaan ini kata dia, berperan penting untuk membantu pemerintah dalam mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.
Pelatihan ini bebas diikuti pengunjung Malioboro secara gratis. Untuk memasifkan kampanye pengelolaan sampah, pihaknya ke depan berencana menggelar pelatihan serupa di tempat dan waktu berbeda. "Kalau ada yang berminat di luar ini, bisa menghubungi sekretariat, kami akan siapkan trainernya," kata dia.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan musuh masyarakat di masa depan yang ada di sekitar kita adalah sampah yang tidak terkelola. Maka ia mulai mengubah paradigma pada masyarakat dari yang sebelumnya sampah dibuang menjadi sampah dikelola.
"Beberapa hari lalu di Jogja juga sempat muncul genangan air saat hujan deras disertai angin kencang. Genangan ini muncul karena selokan ternyata tersumbat sampah. Kalau sampah dikelola, tidak akan ada sumbatan, tidak ada genangan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Fiorentina kembali menunjuk Paolo Vanoli sebagai pelatih setelah memecat Fabio Grosso yang menelan tiga kekalahan beruntun di Serie A.
Bandara Soetta, Halim dan Husein Sastranegara kembali melayani penerbangan setelah ditutup sementara akibat abu vulkanik GAK.
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada 2.961 penerbangan dan 341.000 penumpang hingga Senin (7/9).
Layanan SIM Keliling Ditlantas Polda DIY hadir di Kantor Kalurahan Condongcatur pada Selasa 8 September 2026 mulai pukul 08.30 WIB.
Layanan perpanjangan SIM di Kulonprogo pada Selasa 8 September 2026 hadir di PJR Temon, Mal Pelayanan Publik, dan Satpas 1450 Polres.