DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Ilustrasi BPNT./Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penyaluran program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) berubah dibandingkan dengan pelaksanaan tahun sebelumnya. Selain nominal bantuan yang naik, kini belanja barang juga lebih variatif.
Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul, Hadi Hendro Prayogo, mengatakan tahun lalu bantuan yang disalurkan hanya Rp110.000 per bulan untuk satu keluarga penerima manfaat. Untuk tahun ini jumlahnya bertambah menjadi Rp150.000 per bulan.
“Tahun ini bantuan sudah cair untuk kedua kalinya dan setiap keluarga penerima manfaat menerima Rp150.000 setiap bulan. Bantuan ini langsung masuk ke rekening masing-masing,” katanya, Selasa (18/2/2020).
Hendro menjelaskan perubahan lain dalam penyaluran adalah jenis barang yang dibelanjakan lebih banyak karena tidak hanya sebatas untuk membeli beras dan telur. Untuk saat ini keluarga penerima bantuan bisa membelanjakan barang kebutuhan pokok lainnya seperti membeli daging, ayam, tahu, tempe hingga buah-buahan.
Koordinator Teknis Penyaluran BPNT Gunungkidul, Yudi Purnomo, saat dikonfirmasi membenarkan adanya perubahan program dalam penyaluran BPNT. Hal ini terlihat dari nominal hingga belanja barang yang dilakukan di agen pangan yang telah ditunjuk.
Menurut dia, penyaluran di tahun lalu jenis barang belanjaan hanya sebatas telur dan beras, tapi sekarang menjadi program sembako. Di dalam program ini harus memenuhi empat standar gizi mulai dari karbohidrat, protein nabati, protein hewani hingga vitamin dan mineral. Karena itu, barang yang dibeli bisa lebih banyak karena dapat membeli kebutuhan pangan lain seperti daging, tahu tempe hingga buah-buahan. “Untuk ketersediaan bahan pangan ini, para agen bisa memanfaatkan komoditas lokal yang dimiliki di daerah masing-masing,” katanya.
Disinggung mengenai kuota penerima bantuan, Yudi mengungkapkan jumlahnya masih tetap sama dengan tahun lalu yakni 88.267 keluarga penerima manfaat. Hanya, kata dia, selama dua kali pencairan kuota tidak terpenuhi secara maksimal karena penyaluran di kisaran 85.700 keluarga. “Untuk penyaluran hanya sesuai dengan Surat Perintah Pencairan Dana dari Kementerian Sosial,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.
Cek desil bansos 2026 lewat HP menggunakan NIK. Kenali 5 desil prioritas PKH, BPNT, Sembako, dan BLT Kesra Rp900.000.