KPK Ungkap Dugaan Dana DSP BNPB Dipakai Beli Saham Rp30,98 Miliar
KPK menduga dana pengadaan BNPB yang bersumber dari DSP mengalir ke perusahaan terafiliasi Bima Setiawan dan digunakan membeli saham senilai Rp30,98 miliar.
Pekerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta menyedot sampah di dalam sangkar pohon asem jawa dengan menggunakan mobil penyapu jalan di kawasan jalan Malioboro, Jogja, Senin (20/01/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Humas Pemda DIY sepertinya geram dengan ulah wisatawan di Malioboro yang tak menjaga tata tertib.
Kawasan Malioboro tak dimungkiri masih jadi magnet wisata andalan di Jogja. Namun sayang, tak sedikit dari para pengunjung yang prilakunya kurang baik.
Ya, kurang baik di sini terutama terkait menjaga kebersihan hingga memanfaatkan fasilitas yang ada sesuai dengan kegunaannya.
Seperti diketahui, Malioboro yang kini terus bersolek, secara bertahap terus dipercantik dengan sederet taman hingga pedestrian yang luas.
Tak hanya itu, di sepanjang kawasan tersebut juga disediakan sejumlah bangku hingga tempat sampah.
Namun, karena kesadaran yang kurang, tak sedikit pengunjung yang masih membuang sampah sembarangan. Sementara fasilitas bangku bahkan kerap digunakan tak sesuai fungsinya untuk duduk.
Melihat kondisi tersebut, Humas Pemda DIY tampaknya punya cara unik untuk menyindir dan sekaligus sebagai peringatan bagi para pengunjung yang masih kurang sadar soal menjaga kawasan Malioboro.
Lewat unggahan di akun Twitter resminya, Humas Pemda DIY membuat peringatan dengan memparodikan film asal Korea Selatan yang baru saja menggemparkan jagad Hollywood yakni Parasite.
Mencontek pose di poster film tersebut, Humas Pemda DIY mengingatkan para pengunjung Malioboro agar jangan membuang sampah sembarangan hingga mempergunakan fasilitas di kawasan itu dengan semestinya.
"Memang asyik ngejar konten tapi ga segitunya juga tempat duduk jadi alas kaki biar tambah tinggi. Jogja udah tambah cantik sayang warganya ada yang nyentrik. Jogja milik bersama. Bisanya hanya menikmati, tidak ikut menjaga? PARAHSIH," tulisnya.
Memang asyik ngejar konten, tapi ga segitunya juga, tempat duduk jadi alas kaki biar tambah tinggi.
— Humas Pemda DIY (@humas_jogja) February 20, 2020
Jogja udah tambah cantik
Sayang warganya ada yang nyentrik
Jogja milik bersama. Bisanya hanya menikmati, tidak ikut menjaga?#Parahsih #tanggalcantik pic.twitter.com/C3vgEcpxv1
"cakep," komentar netizen @botolhijau2.
"Admin kamu lucu," kata @dorangkle.
"Sentil min sentil," tulis @Army11Mindy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
KPK menduga dana pengadaan BNPB yang bersumber dari DSP mengalir ke perusahaan terafiliasi Bima Setiawan dan digunakan membeli saham senilai Rp30,98 miliar.
Agrinas Palma Nusantara menggandeng Smart Batik Indonesia di Sleman untuk mengembangkan batik berbahan turunan kelapa sawit yang lebih ramah lingkungan.
Pemerintah menyiapkan insentif 2027 berupa magang nasional 150.000 peserta, pelatihan vokasi, PPh DTP pekerja, dan fasilitas perumahan.
DPRD Bantul bersama Disdikpora dan BKPSDM mengkaji ulang penempatan guru. Pendataan kebutuhan tenaga pendidik direncanakan mulai tahun depan.
Bahlil Lahadalia mengkaji penambahan kuota Pertalite pada akhir Oktober 2026 menyusul lonjakan konsumsi akibat peralihan dari BBM nonsubsidi.
Gerakan Pangan Murah Bantul menjual beras premium Rp14.000 per kg dan telur Rp22.000 per kg untuk membantu menjaga daya beli masyarakat.