Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Salah satu baut pagar pembatas Jembatan Gantung Ngampon di Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, nyaris lepas, Senin (2/3/2020)./Harian Jogja-Hery Setiawan
Harianjogja.com, BANTUL—Baru dua bulan rampung dikerjakan, Jembatan Gantung Ngampon yang menghubungkan Dusun Banyakan dan Dusun Ngampon di Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul kondisinya mulai rusak. Jembatan itu merupakan proyek nasional yang mulai dikerjakan pada 29 Agustus 2019 lalu.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, Senin (2/3/2020), pagar jembatan sudah ada yang patah dan bengkok. Selain itu, baut-baut juga sudah ada yang terlepas.
Salah satu warga setempat, Kamto, mengatakan sejak dioperasikan, jembatan sepanjang 60 meter, dan lebar 1,7 meter itu memang menjadi destinasi wisata baru. Sejak sore hingga malam hari, jembatan yang dibangun dengan nilai Rp2,6 miliar tersebut selalu didatangi pengunjung. Pengunjung yang didominasi anak muda datang untuk berswafoto. Ada pula yang sekadar duduk di badan jembatan. “Selain jadi tempat wisata, jembatan ini adalah jalur lalu lintas warga sekitar,” kata pria yang pemilik angkringan di sekitar jembatan saat ditemui Harianjogja.com, Senin.
Sayangnya, lonjakan pengunjung tersebut tidak diimbangi oleh kualitas jembatan. Sebab, semakin banyak pengunjung, beban jembatan akan semakin berat.
Dia mengakui pagar yang patah merupakan ulah orang iseng. Dia memastikan pelakunya bukan warga desa sekitar jembatan.
Pasalnya, Kamto bersama para pemuda sekitar kerap berjaga-jaga sejak sore hingga malam hari. “Saya di sini sampai pukul 24.00 WIB, kadang sampai pukul 02.00 WIB. Kalau ada pagar yang patah kemungkinan setelah itu [pukul 02.00 WIB],” ujar dia.
Itulah sebabnya, sebelum nantinya mencelakakan pengunjung ataupun warga yang tengah melintas, dia berharap pemerintah segera memperbaiki kondisi jembatan tersebut. “Untuk sementara upaya pengamanan sudah kami lakukan,” kata Kamto.
Kepala Seksi Operasi SAR DIY wilayah Bantul Bondan Supriyanto menyimpulkan jembatan gantung itu belum sepenuhnya aman. Dia menyarankan ada pemasangan pengaman di sisi jembatan, penerangan, serta penggantian pagar dengan bahan yang lebih kuat.
Selain itu pagar jembatan juga harus ditambah pengaman yang terletak di sisi kanan dan kiri. Belum lagi kualitas terali besi yang digunakan sebagai alas melintas juga masih kurang. Saat hujan turun, alas tersebut menjadi cukup licin. “Jembatan tidak ada pengaman dan licin saat hujan. Khawatir jika ada orang naik sepeda motor atau anak-anak lewat. Kalau jatuh bisa langsung terjun ke sungai,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.