Rekonstruksi Pascabadai Cempaka, BPBD Gunungkidul Siap Bangun Tiga Jembatan

Ilustrasi Jembatan - JIBI
17 Februari 2020 21:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul melanjutkan program rehabilitasi dan rekonstruksi dampak terjangan Badai Cempaka yang menerjang di akhir 2017. Selain merelokasi SMP Negeri 3 Saptosari, sebanyak tiga jembatan yang rusak bakal dibangun.

Jembatan yang akan dibangun meliputi Jembatan Jelok di Desa Beji, Kecamatan Patuk serta Jembatan Teleng dan Jeruklegi di Desa Katongan, Kecamatan Nglipar. Total untuk membangun jembatan ini BPBD mengalokasikan anggaran sekitar Rp32 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi akibat dampak dari Badai Cempaka Pemkab mendapatkan dana hibah dari BNPB sekitar Rp75 miliar. Upaya perbaikan menggunakan dana hibah sudah dimulai tahun lalu dengan beberapa program seperti pembangunan talut TPAS Wukirsari, pembangunan Jembatan Mojorejo, Dusun Nglebak, Katongan, Kecamatan Nglipar, hingga perbaikan dan relokasi rumah warga yang terdampak banjir. “Program rehabilitasi dilanjutkan dengan membangun tiga jembatandan merelokasi SMP Negeri 3 Saptosari,” kata Edy kepada wartawan, Senin (17/2/2020).

Menurut dia, untuk pembangunan jembatan BPBD menyiapkan pagu anggaran dengan total Rp32 miliar. Adapun rinciannya Jembatan Teleng dengan anggaran Rp8 miliar, Jembatan Jelok dan Jeruklegi, masing-masing Rp12 miliar. “Untuk dana rehabilitasi dan rekonstruksi bertambah karena ada relokasi sekolah yang pagu anggarannya mencapai Rp9,6 miliar,” katanya.