Padat Karya Gunungkidul 2026 Serap 1.976 Pekerja, Tersebar di 65 Titik
Program padat karya Gunungkidul 2026 tersebar di 65 titik dengan anggaran Rp7,5 miliar. Sebanyak 1.976 tenaga kerja lokal ditargetkan terserap mulai Oktober men
Ilustrasi Jembatan/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul melanjutkan program rehabilitasi dan rekonstruksi dampak terjangan Badai Cempaka yang menerjang di akhir 2017. Selain merelokasi SMP Negeri 3 Saptosari, sebanyak tiga jembatan yang rusak bakal dibangun.
Jembatan yang akan dibangun meliputi Jembatan Jelok di Desa Beji, Kecamatan Patuk serta Jembatan Teleng dan Jeruklegi di Desa Katongan, Kecamatan Nglipar. Total untuk membangun jembatan ini BPBD mengalokasikan anggaran sekitar Rp32 miliar.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi akibat dampak dari Badai Cempaka Pemkab mendapatkan dana hibah dari BNPB sekitar Rp75 miliar. Upaya perbaikan menggunakan dana hibah sudah dimulai tahun lalu dengan beberapa program seperti pembangunan talut TPAS Wukirsari, pembangunan Jembatan Mojorejo, Dusun Nglebak, Katongan, Kecamatan Nglipar, hingga perbaikan dan relokasi rumah warga yang terdampak banjir. “Program rehabilitasi dilanjutkan dengan membangun tiga jembatandan merelokasi SMP Negeri 3 Saptosari,” kata Edy kepada wartawan, Senin (17/2/2020).
Menurut dia, untuk pembangunan jembatan BPBD menyiapkan pagu anggaran dengan total Rp32 miliar. Adapun rinciannya Jembatan Teleng dengan anggaran Rp8 miliar, Jembatan Jelok dan Jeruklegi, masing-masing Rp12 miliar. “Untuk dana rehabilitasi dan rekonstruksi bertambah karena ada relokasi sekolah yang pagu anggarannya mencapai Rp9,6 miliar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program padat karya Gunungkidul 2026 tersebar di 65 titik dengan anggaran Rp7,5 miliar. Sebanyak 1.976 tenaga kerja lokal ditargetkan terserap mulai Oktober men
Social Research Centre (SOREC) dan Yayasan Jembatan Cahaya Kasih melakukan kajian mengenai kerentanan perempuan dan anak di Tanah Harapan, Koja dan Kalibaru
Hujan ekstrem melanda Prefektur Chiba, Jepang, menyebabkan enam orang tewas, 400.000 warga dievakuasi, dan ribuan penumpang terjebak di Bandara Narita.
Sejumlah siswa SR Terintegrasi 1 Kulonprogo mengalami homesick. Satu siswa resmi mundur, dua lainnya dalam proses pengunduran diri.
Menkum Supratman Andi Agtas menyebut Prabowo meminta pembahasan RUU Perampasan Aset segera dipercepat oleh DPR.
Kemantren Pakualaman masuk 10 besar kinerja perangkat daerah Kota Jogja dengan peringkat kesembilan dan terbaik di antara 14 kemantren.