Terdampak Corona, Kunjungan Turis Asing ke Gunungkidul Turun Drastis

Pantai Timang - JIBI
17 Februari 2020 06:57 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kunjungan wisatawan asing ke sejumlah objek wisata di Gunungkidul, khususnya kawasan pantai turun signifikan. Diduga turunnya angka kunjungan ini sebagai dampak penyebaran virus Corona secara global.

Meski belum ada data pasti terkait dengan turunnya angka kunjungan turis asing, penurunan bisa dirasakan oleh pelaku wisata di kawasan pantai. Salah satunya pemilik warung makan Jaga Segara, Rujimanto, di Pantai Ngandong, Desa Tepus, Kecamatan Tepus.

Menurut dia, sebelum merebaknya virus Corona, setiap pekan minimal ada 200 turis asing yang datang. Namun demikian, sejak awal tahun ini turun drastis. “Bisa 20 turis asing yang berkunjung sudah baik,” kata Rujimanto, Sabtu (15/2/2020).

Ia menjelaskan akibat virus yang menyerang saluran pernapasan ini, usaha yang digelutinya ikut terkena dampak. Rujimanto mengaku sudah menjalin kerja sama selama dua tahun dengan agen travel wisata asal China. Namun sejak virus Corona merebak, ada pembatalan kunjungan hingga waktu yang belum jelas. “Kerja sama baru jalan delapan bulan, tapi karena ada penyebaran penyakit terpaksa berhenti. Kami juga sudah mendapatkan pemberitahuan dari agen,” katanya.

Dia mengungkapkan, penghentian ini jelas memberikan dampak karena agen ini setiap pekan biasa membawa 100 sampai 300 turis asal China. “Ya sekarang berhenti dan belum tahu sampai kapan. Jangankan turis dari China, kunjungan turis dari Malaysia, Thailand hingga Vietnam juga menurun,” katanya.

Rujimanto berharap kondisi bisa segera pulih dan sektor pariwisata bisa kembali menggeliat. “Mudah-mudahan segera bisa diatasi agar kenjungan wisata kembali normal. Saat ini kami mengandalkan kunjungan wisatawan lokal,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan pelaku wisata di Pantai Timang, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Wasiman. Menurut dia, selama beberapa pekan terakhir kunjungan turis asing turun drastis. Jika sebelumnya kunjungan turis asing mencapai 500 hingga 700 orang, sekarang hanya 50 orang per hari. “Penurunan hampir 85 persen,” katanya.

Wasiman mengaku tak tahu pasti penyebab merosotnya jumlah turis asing yang datang. Namun dia menduga penurunan erat kaitannya dengan penyebaran virus Corona secara global. “Mungkin mereka takut bepergian sehingga memilih tidak bepergian,” katanya.

Saat ini Wasiman mengaku sangat bergantung pada wisatawan lokal. Meski demikian, hal itu tidak bisa terlalu diharapkan karena kunjungan hanya terjadi saat hari libur. “Kalau hari biasa sepi. Padahal biasanya kami mengandalkan wisatawan asing,” kata dia.