Advertisement

Libur Nataru, Kunjungan Wisata Gunungkidul Tembus 332 Ribu

David Kurniawan
Selasa, 06 Januari 2026 - 05:17 WIB
Sunartono
Libur Nataru, Kunjungan Wisata Gunungkidul Tembus 332 Ribu Aktivitas kapal nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Destinasi wisata di Gunungkidul mencatat lonjakan signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru 2026 dengan jumlah kunjungan menembus ratusan ribu wisatawan.

Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul mencatat sebanyak 332.660 wisatawan berkunjung selama periode 25 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, hampir dua kali lipat dibandingkan periode libur Nataru sebelumnya.

Advertisement

Lonjakan kunjungan tersebut turut berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata yang mencapai sekitar Rp4 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Sub Kordinasi Obyek dan Daya Tarik Wisata, Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Aris Sugiyantoro mengatakan, momen libur natal dan tahun baru terjadi lonjakan wisata yang signifikan. Selama liburan yang berlangsung mulai 25 Desember 2025 hingga Minggu (4/1/2026), tercatat pengunjung wisata sebanyak 332.660 orang.

Jumlah ini, diakuinya lebih tinggi ketimbang periode liburan di tahun sebelumnya. Saat libur natal 2024 dan tahun baru 2025, tercatat kunjungannya hanya sekitar 165.519 wisatawan.

“Jadi untuk kunjungan di libur natal dan tahun baru kali ini, kenaikannya hampir dua kali lipat ketimbang pengunjung di tahun sebelumnya,” kata Aris, Senin (5/1/2025).

Menurut dia, adanya lonjakan pengunjung ini juga berdampak terhadap PAD yang diperoleh. Ia mencatat di momen libur natal 2025 dan tahun baru 2026, pendapatan yang diperoleh menembus Rp4 miliar.

“Kalau perayaan di tahun sebelumnya, pendapatan yang diperoleh hanya sekitar Rp1,64 miliar,” ungkapnya.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, jumlah pengunjung di perayaan kali ini lebih banyak disebabkan waktu libur yang lebih panjang. Perayaan sebelumnya, kata Aris, masa libur hanya berlangsung sampai 1 Januari.

“Kalau sekarang sampai tanggal 4 Januari, sehingga jumlah yang datang bisa lebih banyak,” katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, peningkatan kunjungan juga tidak lepas adanya destinasi baru. Salah satunya On The Rock di kawasan Pantai Drini di Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari.

“Destinasi-destinasi wisata buatan ini mampu menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung dan hasilnya juga berdampak secara signifikan terhadap akumulasi kunjungan,” katanya.

Sekretaris Dinsa Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Eko Nur Cahyo mengatakan, secara keseluruhan target PAD dari sektor kepariwisataan di 2025 belum sesuai target. Hal ini terlihat dari capaian retribusi masuk pariwisata yang diakumulasikan dalam setahun.

Sesuai dengan perencanaan, PAD dari tiket masuk wisata ini dipatok Rp33,5 miliar. Namun, hingga 31 Desember 2025, pendapatan yang masuk hanya sebesar Rp30,4 miliar.

“Targetnya meleset. Setelah diakumulasikan, masih kurang sekitar Rp3 miliaran untuk pendapatan di 2025,” kata Eko saat dihubungi, Jumat (2/1/2025).

Disinggung mengenai jumlah kunjungan, ia mengakui bahwa yang datang juga tidak sesuai dengan target. Di awal 2025, destiniasi wisata di Bumi Handayani diharapkan mampu mendatangkan sebanyak 3,1 juta pengunjung.

Hanya saja, sambung Eko, hingga akhir Desember 2025, jumlah wisatawan yang berkunjung hanya sebanyak 2,8 juta. “Ada sejumlah faktor yang membuat target kunjungan maupun PAD wisata tidak terpenuhi di 2025,” kata mantan Kepala UPT Taman Budaya ini. Pemkab Gunungkidul berharap tren positif kunjungan wisata terus berlanjut sepanjang 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Mentan Copot 192 Pejabat, 2.300 Izin Distributor Pupuk Dicabut

Mentan Copot 192 Pejabat, 2.300 Izin Distributor Pupuk Dicabut

News
| Rabu, 07 Januari 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional

Kelas Menengah Jadi Penopang Utama Wisata Nasional

Wisata
| Rabu, 07 Januari 2026, 14:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement