Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
RSUD Bantul-Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—RSUD Panembahan tercatat sebagai salah satu dari 100 rumah sakit di Indonesia yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan bagi penanganan pasien Corona (Covid-19). Sayangnya sarana alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut minim.
Direktur Umum RSUD Panembahan Senopati Bantul, I Wayan Marthana mengatakan pada prinsipnya tidak ada persoalan dalam menangani pasien yang terjangkit Covid-19. “Tetapi jika terjadi ledakan kasus kami sangat kewalahan karena APD yang tersedia bagi tenaga kesehatan sangat minim dan saat ini sulit diakses,” kata Wayan saat ditemui di Parasamya, kompleks Kantor Pemkab Bantul, Kamis (5/3/2020).
Wayan mengatakan APD yang dimiliki RSUD Panembahan Senopati Bantul saat ini untuk pakaian pelindung diri yang menyerupai pakaian astronot sebanyak 20 buah, visor pelindung wajah 50 buah, masker khusus N95 sebanyak 200 buah. Menurut dia, jumlah alat pelindung diri tersebut masih kurang.
Sebenarnya, kata dia, rumah sakitnya sudah mengajukan permintaan pengiriman APD ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejak dua bulan lalu, tetapi hingga kini belum direspons. Dia memahami saat ini Kemenkes juga kehabisan stok APD seiring adanya lonjakan kasus Covid-19 di beberapa negara.
Wayan menambahkan upaya pengadaan APD secara mandiri juga sudah dilakukan melalui perusahaan penyedia APD, tetapi persoalannya, stok di perusahaan yang memproduksi APD juga rata-rata kosong. “Ini 100 rumah sakit rujukan saya kira problemnya sama, yakni kekurangan stok APD,” ujar Wayan.
Tak hanya APD, dia mengakui ruang isolasi di RSUD Panembahan Senopati juga masih kurang. Saat ini, kata dia, baru ada dua ruang isolasi yang sudah sesuai standar penanganan pasien terjangkit covid. “Keduanya sudah terisi oleh pasien dalam pengawasan Covid-19. Kami tidak berharap ada penambahan pasien. kalaupun terpaksa nanti ruang lain akan difungsikan sebagai ruang isolasi walaupun tidak sesuai standar. Tetapi rujukan utama tetap RSUP dr. Sardjito,” kata Wayan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Polres Bantul menyita 1.053 pil sapi dari seorang pemuda di Pandes II, Pleret. Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat.
DIY mengalami deflasi 0,31% pada Juli 2026. BPS menyebut turunnya harga cabai, bawang, dan tomat menjadi penyebab utama.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja cerah pada Selasa, 4 Agustus 2026. Simak prakiraan cuaca DIY dan kota-kota besar di Indonesia.
Rizky Ridho mengakui kesalahan fatal saat Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam di Piala AFF 2026 dan bertekad bangkit menghadapi Singapura.
Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif cenderung melemah pada Selasa, 4 Agustus 2026. Simak faktor yang memengaruhinya.