Emas Antam Tembus Rp2,65 Juta/Gram, Ini Daftar Harga Terbaru
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
\nTim Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Demam Berdarah Dengue (DBD) saat melakukan kegiatan PSN di wilayah Pedukuhan Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Jumat (6/3/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk menekan jumlah kasus penderita penyakit DBD harus terus dilakukan oleh masyarakat. Pasalnya, masih ditemukan dusun-dusun yang angka bebas jentiknya rendah.
Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Dulzaini mengatakan Tim Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menemukan dusun-dusun yang memiliki potensi penyebaran jentik nyamuk penyebab penyakit DBD.
Salah satunya di wilayah Pedukuhan Drono, Sardonoharjo, Ngaglik. Dari hasil penyisiran yang dilakukan Tim Pokjanal di 91 rumah warga yang tersebar di enam Rukun Tetangga (RT), terdapat 28 rumah yang positif jentik nyamuk. "Kami sisir 91 rumah warga beserta area pekarangannya, hasilnya masih terdapat 28 rumah yang positif jentik nyamuk," katanya, Jumat (6/3/2020).
Kondisi tersebut, lanjut Dulzaini, sangat beresiko menimbulkan penyakit DBD bagi masyarakat. Alasannya, setelah dihitung angka bebas jentiknya hanya 69,23% dari standar 95%. "Jadi angka bebas jentik masih sangat jauh dan ini berpotensi menimbulkan penyakit DBD," ungkapnya.
Menurutnya, masyarakat masih memerlukan pemahaman dan penambahan informasi terkait DBD agar dapat meningkatkan kesadaran khususnya dalam mengantisipasi kasus DBD. Saat ini wilayah Ngaglik termasuk peringkat dua dalam kasus DBD di wilayah Sleman.
“Kami akan terus mendorong Pokjanal kecamatan untuk selalu waspada. Salah satunya meningkatkan program gerakan satu rumah satu jumantik, ini harus dijalankan," katanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Novita Krisnaeni mengatakan penemuan jentik nyamuk DBD di beberapa titik menunjukkan masyarakat masih perlu terus didorong untuk mengurangi potensi penyebaran penyakit DBD.
Dinkes melakukan monitoring dengan kegiatan PSN agar penyebaran penyakit ini tidak terus terjadi. Hal ini juga membutuhkan dukungan semua pihak. Novi berharap agar masyarakat bisa lebih peduli terhadap kebersihan rumah dan lingkungannya, terlebih saat ini mulai memasuki puncak musim penghujan.
"Untuk menekan angka DBD, kami tidak bisa melakukannya sendiri tanpa kesadaran dari masyarakat untuk ikut serta dalam upaya pencegahan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Bajaj akan meluncurkan motor listrik terbarunya ke pasar ekspor lebih dulu sebelum India. Amerika Latin dipilih sebagai target utama karena permintaan kendaraan
Asita DIY menilai tren wisata multi-destinasi menjadi peluang besar bagi Yogyakarta untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, memperkuat ekonomi lokal, dan men
Harga Bright Gas resmi turun di DIY dan Pulau Jawa. Bright Gas 12 kg kini Rp220.000 dan 5,5 kg Rp103.000 per tabung mulai Juli 2026.
PT Importa Jaya Abadi membidik ekspansi ke pasar Asia Tenggara setelah memperkuat dominasinya di pasar domestik.
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI