Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Ilustrasi. /Solopos-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, BANTUL—Lonjakan harga gula tak hanya terjadi untuk komoditas gula pasir. Di Bantul, harga gula jawa dan gula batu juga ikut naik sebagai imbas dari naiknya harga gula pasir.
Berdasarkan hasil pantauan Harian Jogja di Pasar Bantul, harga gula pasir saat ini mencapai Rp16.500 per kilogram. “Sudah sepekan lebih ini harganya naik. Sebelumnya padalah cuma Rp12.000-12.500 per kilogram," kata Ani, salah satu pemilik toko kelontong di sisi selatan Pasar Bantul, saat ditemui di tokonya, Jumat (13/3/2020).
Ani tak tahu persis penyebab naiknya harga gula pasir. Pasalnya dari pemasoknya yang ada di Kecamatan Prambanan, Sleman dan grosir di Dongkelan, Bantul, harga gula sudah tinggi.
Kendati harga gula terus naik, dia mengaku permintaan dari masyarakat tetap tinggi. Terbukti dalam sehari sebanyak dua kuintal gula pasir dagangannya selalu ludes terjual. Sejauh ini Ani tidak menambah stok meski gula pasir cepat lakunya.
Dia menambahkan imbas kenaikan harga gula pasir, harga gula jawa dan gula batu juga ikut naik. Saat ini harga gula jawa Rp16.000 dari sebelumnya Rp12.000 per kilogram. Sementara gula batu biasa Rp16.000 per kilogram dan gula batu super Rp20.000 per kilogram.
“Sebelumnya yang biasanya Rp12.000 dan yang kualitas super harganya Rp17.000 per kilogram," ujar Ani. Ia juga tidak menambah atau mengurangi stok gula meski ada kenaikan harga.
Kasi Distribusi dan Harga Kebutuhan Bahan Pokok Dinas Perdagangan Bantul, Zuhriyatun Nur Handayani, mengatakan kenaikan harga gula pasir di sejumlah pasar memang cukup signifikan. Dari hasil pemantauannya harga gula pasir rata-rata di pasar pada pekan ini sudah tembus di harga Rp16.633 per kilogram.
Dia mengakui sejauh yang dia ketahui baru kali ini adanya lonjakan harga yang cukup signifikan untuk komoditas gula pasir. Dia belum tahu pasti penyebab kenaikan tersebut, tetapi kenaikan harga gula pasir hampir bisa dipastikan merata terjadi di sejumlah daerah.
Penyebabnya, imbuh dia, diduga karena produsen belum memproduksi gula. Kemungkinan harga gula akan kembali normal pada April mendatang karena saat itu sudah memasuki masa produksi gula.
Akibat dari pasokan yang berkurang menyebabkan harga naik. “Kurang pasokan jadi penyabab karena produksi 2019 turun kemungkinan akibat kemarau panjang. Jadi saat ini belum masa panen tebu dan April baru pada giling lagi," kata Handayani.
Disinggung soal ketersediaan stok gula pasir, Handayani belum tahu dan baru akan memantau sejumlah pasar tradisional pada pekan depan. “Sejauh ini pasokan gula pasir di Bantul dari Madukismo dan dari berbagai daerah,” ucap dia.
Selain gula pasir, gula jawa, dan gula batu, sejumlah komoditas lainnya juga mengalami kenaikan, di antaranya telur ayam negeri, bawang merah, minyak goreng, cabai rawit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.