Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Ilustrasi./Reuters-Mike Hutchings
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Paguyuban Pengelola Air Minum Masyarakat Yogyakarta (Pamaskarta) mendata ada 238 sistem Penyediaan air minum dusun (spamdus) di Gunungkidul. Meski demikian, dari jumlah itu ada tujuh spamdus yang tak beroperasi karena sumber air mati.
Ketua Pamaskarta Gunungkidul, Damanhuri, mengakui keberadaan spamdus mayoritas berjalan dengan baik. “Dari 238 unit yang terdata, ada tujuh yang mati dan kesemuanya berada di wilayah zona selatan Gunungkidul,” kata Damanhuri kepada wartawan, Rabu (18/3/2020).
Menurut dia, matinya spamdus banyak yang disebabkan karena debit air dari sumur air dalam telah mati sehingga tidak bisa digunakan. Menurut dia, keberadaan sumber air ini sangat krusial karena menjadi faktor penting terhadap pelayanan kepada pelanggan. “Debit air sering menjadi masalah khususnya saat kemarau karena potensinya berkurang sehingga berpengaruh terhadap pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Damanhuri mengatakan jajarannya terus mendata pembaruan data terkait dengan spamdus di Gunungkidul. Ia mengakui keberadaan spamdus ini sangat penting untuk memberikan fasilitas layanan air bersih di masyarakat.
Menurut dia, dari sisi geografis terdapat perbedaan karakter air di wilayah selatan dan utara Gunungkidul. Khusus untuk daerah selatan, keberadaan air banyak tersimpan di luweng yang memiliki kedalaman hingga ratusan meter sehingga butuh biaya besar untuk pemanfaatannya. “Kalau di zona selatan relatif lebih mudah dan untuk mendapatkan sumber potensinya lebih banyak,” katanya.
Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, mengatakan keberadaan spamdus sangat membantu Pemkab dalam memberikan pelayanan air bersih ke masyarakat. “Selain PDAM, ada juga spamdus di masyarakat yang bisa menjadi sarana mendapatkan air bersih. Untuk spamdus, persentasenya mencapai 15 persen hingga 20 persen,” katanya.
Menurut dia, keberadaan spamdus di Gunungkidul berkembang dengan pesat. Ia berharap fasilitas ini bisa dijaga sehingga dapat berfungsi secara optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Selain memperhatikan sisi pemeliharaan, pengelola juga harus mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas dalam pelayanan. Potensi sumber yang dimiliki harus benar-benar dimanfaatkan sehingga tidak ada air yang terbuang sia-sia,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny
Klaim asuransi mobil tidak cukup hanya melapor kecelakaan atau kehilangan kendaraan. Simak dokumen, prosedur, hingga penyebab klaim ditolak agar proses berjalan