Jelang Lebaran, Bakul Beringharjo Merana karena Corona
Pasar dan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Jogja mulai terlihat ramai jelang Lebaran.
Ibu-ibu warga Desa Mulo, Kecamatan Wonosari, memainkan gejog lesung sebagai salah satu atraksi wisata di Geosite Gua Ngingrong, Kamis (11/4/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dampak penyebaran virus Corona (Covid-19) mulai dirasakan pengelola objek wisata dan perhotelan. Menyusul merosotnya angka kunjungan wisata, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul berharap Pemerintah Pusat melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa mengeluarkan kebijakan terkait dengan penundaan angsuran di lembaga keuangan.
"Kalau bisa ada penundaan angsuran, karena banyak pengusaha yang mempunyai pinjaman, paling tidak diberi kelonggaran tiga sampai empat bulan ke depan," kata Ketua PHRI Gunungkidul, Sunyoto, Kamis (19/3/2020).
Menurut Sunyoto permintaan tersebut bukan bentuk penghapusan utang, tetapi penundaan pembayaran dalam kurun waktu tertentu. Setelah seluruh sektor bangkit, pengusaha mulai aktif membayar angsuran. "Kebijakan seperti uitu sangat membantu kami, karena saat ini para pengusaha tidak memiliki uang, entah karyawan bisa gajian atau tidak," katanya.
Sunyoto menuturkan dampak awal corona yakni turunnya angka kunjungan wisatawan asing belum berdampak secara signifikan. Tetapi setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan penundaan kegiatan di luar rumah atau kegiatan keluar daerah, pendapatan langsung terjun bebas. "Kebijakan tersebut benar-benar memukul kami. Ada ribuan pesanan hotel dan restoran yang dibatalkan dan ada yang ditunda," katanya.
PHRI berharap Pemerintah Pusat memberikan kebijakan stimulus serta kebijakan dalam bentuk keringanan kepada para pelaku usaha pariwisata yang terancam merugi.
Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono, tak menampik adanya penurunan angka kunjungan wisatawan di Gunungkidul. Ia meminta semua pihak bisa menyikapi bencana nasional ini dengan bijak dan sabar. Ke depan tinggal bagaimana bersama-sama memutus rantai bencana ini agar tidak lebih besar lagi.
"Dispar bersama mitra berkomitmen sekaligus menjalankan aksi nyata mereduksi dampak Covid-19, sehingga dampaknya tidak semakin meluas, baik bagi pelaku wisata maupun wisatawan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar dan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Jogja mulai terlihat ramai jelang Lebaran.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Penataan sempadan Sungai Lowanu Jogja dipercepat untuk mencegah longsor sekaligus mendukung wisata kuliner yang aman.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.