Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Petugas kebersihan membersihkan ruang tunggu di Yogyakarta International Airport, Kulonprogo, Rabu (02/05/2019). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, KULONPROGO - Rencana pemindahan seluruh rute penerbangan dari Bandara Adi Sutjipto ke Yogyakarta International Airport (YIA) tetap sesuai jadwal yakni Minggu, 29 Maret 2020.
Pelaksana Tugas Sementara (PTS), General Manager Yogyakarta International Airport, Agus Pandu Purnama menjelaskan jika verifikasi oleh Direktorat Bandar Udara untuk terminal internasional lolos, maka pemindahan seluruh rute penerbangan akan berjalan sesuai jadwal.
Ditemui pada (19/3/2020) di Kantor Help Desk YIA, Agus menjelaskan sebelumnya YIA telah beroperasi semenjak 6 Mei 2019. Adapun verifikasi merupakan adalah tambahan. Meski demikian Agus mengaku yakin YIA akan lolos dalam verifikasi ini.
Keyakinan Agus terhadap kelolosan YIA pada verifikasi itu bukan tanpa dasar. Sebelumnya YIA telah melakukan pengecekan internal terhadap beberapa aspek yang dapat menjadi parameter verifikasi. Dari pengecekan secara internal tersebut Agus yakin bahwa YIA akan lolos pada tahapan ini.
Secara teknis Agus menjelaskan, penerbangan yang terjadi pada Minggu 29 Maret 2020 akan langsung mendarat di YIA. Agus menerangkan jika ada pesawat yang melakukan Remain Over Night (RON) atau yang tinggal menginap, sudah mendarat di YIA.
"Jadi kalau pada 28 Maret 2020 malam ada pesawat yang melakukan RON dia akan menginap di YIA dan kemudian pagi harinya melanjutkan rute penerbangan dari YIA ke tempat tujuan," jelas Agus.
Agus telah berkoordinasi dengan maskapai penerbangan. Jika telah beroperasi penuh nantinya YIA akan melayani 192 penerbangan di YIA dalam sehari. "Seluruh rute penerbangan dipindah ke YIA kecuali pesawat propeller (baling-baling) yang tetap beroperasi di Adi Sutjipto," ujar Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Samsung kembangkan ponsel layar gulung dengan kamera bergerak adaptif yang mengikuti perubahan ukuran layar.
Ketua LPS Anggito Abimanyu soroti paradoks literasi keuangan di era digital dalam JFF 2026 Jogja.
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.