6 Penyelam Basarnas Cari Korban di Dalam KM Virgo Transport 8
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Seorang warga Wates membeli empon-empon yang dipercaya dapat menangkal virus Corona di Pasar Wates, Kamis (12/3/2020). /Harian Jogja-Lajeng Padmaratri\n
Harianjogja.com, KULONPROGO - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kulonprogo, resmi mengeluarkan edaran terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) pasar daerah menghadapi Covid-19. Ada banyak poin dalam edaran tersebut.
Salah satu yang menjadi sorotan yakni pembatasan jam buka pasar yang hanya diperbolehkan beroperasi selama lima jam.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulonprogo, Iffah Mufidati mengatakan secara teknis durasi buka lima jam selanjutnya didiskusikan dan dikoordinir Kepala Unit Pelaksana Teknis Pasar. Penepatan durasi buka pasar diharapkan memangkas interaksi antara pedagang dan pembeli di pasar.
Iffah yang ditemui pada Senin (23/3/2020) di kantornya menerangkan fakta di lapangan menunjukkan terjadi penurunan pengunjung pasar. Dia menduga mungkin warga memilih untuk menghindari kerumunan dan memilih membeli kebutuhan pangan harian di tukang sayur keliling atau tukang sayur dekat rumahnya.
Petugas Pemungut Retribusi Pasar Wates, Hari Koko mengaku sampai saat ini belum melakukan pembatasan durasi lima jam buka di Pasar Wates. Meski edaran tersebut bersifat resmi yang diterimanya pada Senin (30/3/2020), dia merasa perlu berkoordinasi dengan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dan Paguyuban Pedagang Pasar Pagi tidak bisa serta merta begitu saja.
Koko mencontohkan salah satu pedagang sepatu yang berjualan pada hari ini. Pedagang tersebut buka pukul 10.30 WIB dan butuh menata dagangan kurang lebih satu jam. "Kalau kios pasar buka pukul 08.00 WIB, durasi lima jam berarti pukul 13.00 WIB harus tutup, ini pedagang sepatu baru selesai dasaran sudah langsung kukut lagi," terang Koko.
Oleh karenanya dia perlu berkoordinasi dengan seluruh pedagang pasar Wates untuk menyepakati waktu buka dan tutupnya, asal masih dalam durasi lima jam.
Meski belum bisa menerapkan durasi lima jam buka, Koko mengaku banyak terjadi pengurangan pedagang dari hari ke hari. Pengurangan jumlah paling terasa terjadi di pedagang kios/los. Dari sekitar 280 pedagang kios yang aktif berjualan, pada hari ini hanya kisaran 140 pedagang saja. "Pengurangan jumlah pedagangnya sampai sekitar 50% hari ini," jelas Koko.
Menurut Koko, alasan pedagang tidak berjualan mayoritas karena sepi. Selain itu juga karena takut akan penyebaran Covid-19. Senada dengan yang diungkapkan Koko, Iffah mengatakan telah terjadi pengurangan pedagang sebanyak kurang lebih dari 30% di berbagai pasar di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.